Home Religi Kisah Sahabat Nabi 3 Kisah Sahabat Nabi Yang Berperang Yang Sangat Menginspirasi

3 Kisah Sahabat Nabi Yang Berperang Yang Sangat Menginspirasi

138
0

Safari Dakwah – Banyak sekali kisah sahabat Nabi berperang untuk melawan kaum kafir Quraisy. Dengan kecintaannya kepada Rasulullah SAW mereka rela untuk mengorbankan jiwa serta raganya dalam menegakkan agama Islam. Karena memang pada zaman Rasulullah SAW banyak sekali terjadi hambatan dan rintangan dari kaum kafir Quraisy dalam menghalangi dakwah Rasulullah SAW. Bahkan tidak sedikit kaum kafir Quraisy yang ingin membunuh Rasulullah SAW.

Hal inilah yang memicu terjadinya peperangan kaum muslim dengan kaum Quraisy. Terlebih berbagai macam siksaan dan penderitaan dilakukan oleh kaum kafir Quraisy terhadap kaum muslim. Dengan segala keteguhan hatinya banyak kaum muslim yang harus rela menanggung penderitaan tersebut. Dengan demikian berbagai macam perang melawan kaum kafir tidak terelakan lagi. Nah berikut sudah kami rangkum dalam pembahasan kisah sahabat Nabi yang berperang dibawah ini.

3 Kisah Sahabat Nabi Yang Berperang Yang Sangat Menginspirasi

Banyak sekali kisah sahabat Nabi yang selalu setia menemani Rasulullah SAW dalam medan pertempuran, kami sudah merangkumnya dalam pembahasan dibawah ini.

1. Al-Barra’ bin Malik pahlawan perang Tustar

Kisah sahabat Nabi yang pertama dalam medan pertempuran yaitu Al-Barra’ bin Malik, dimana ia merupakan saudara dari Anas bin Malik. Ia terbilang memiliki tubuh yang kerempeng dengan kulit legam, walaupun begitu semangat dan kegigihannya dalam membela agama Islam patut kita teladanai. Bagaimana tidak? Ia mampu menewaskan ratusan orang kafir selama berperang, bahkan satu lawan serratus ia mampu mengatasinya.

Ketika masa pemerintahan Abu Bakkar Ash-Siddiq terdapat sebuah peperangan yaitu perang Yamamah, dimana perang ini melawan pasukan dari Musailamah Al-Kadzhab. Dan pada saat itulah ia menunjukan kepahlawanannya dalam medan pertempuran, dimana ia mendapatkan perintah dari Khalid bin Walid untuk mengerahkan semua kaum Anshar.

Mendengar perintah tersebut ia langsung berteriak dengan lantang kepada kaumnya bahwa kalian tidak boleh lagi kembali ke Madinah, karena tidak ada Madinah lagi setelah hari ini. Bahkan ia terus menyerukan untuk selalu mengingat surga. Setelah berkata dengan semangatnya ia langsung maju untuk mendesak kaum kafir yang diikuti dengan pasukannya.

Ia terus menhempaskan pedangnya dan menebas musuh Allah SWT yang datang mendekat. Melihat para prajuritnya mulai berguguran membuat Musailamah sang panglima perang kaum kafir merasa takut dan gentar untuk menghadapinya, sehingga mereka lari tunggang langgung dan berlari menuju ke sebuah banteng yang terkenal dengan sebutan Kebun Maut.

Kebun Maut inilah yang menjadi banteng terakhir dari pasukan kaum kafir, dimana banteng ini memiliki pagar yang tinggi dan kokoh. Karena ketakutan pasukan kafir mengunci gerbang banteng tersebut dengan sangat rapat, dan dari atas banteng mereka melakukan serangan dengan menghujami panah.

Keadaan tersebut sedikit membuat kaum muslimin kebingungan, namun Al-Barra memiliki ide untuk mengangkat tubuhnya dan melindungi menggunakan perisai dari panah. Ia meminta kaumnya untuk melemparkan kedalam banteng musuh, bahkan ia berseru siap mati syahid demi membukakan gerbang untuk pasukannya.

Dan dalam sekejap, tubuh kerempengnya berhasil masuk kedalam banteng musuh. Ia pun berhasil membukakan pintu gerbang, sehingga pasukan kaum muslimin membanjiri untuk masuk kedalam banteng tersebut. Akhirnya lebih dari 20.000 pasukan kaum kafir tewas, termasuk panglima mereka yaitu Musailamah.

Jasa Al-Barra dalam perang ini begitu besar, dan ia harus rela menanggung rasa sakitnya. Bahkan lebih dari sebulan ia harus dirawat akibat luka-luka yang didapatkan. Dan akhirnya ia sembuh kembali, padahal AL-Barra’ menginginkan sekali untuk bisa mati syahid. Dan sejak saat itulah ia terus ikut dalam berperang.

Dan pada saat perang Tustar melawang Persia ia tidak mau ketinggalan untuk ikut berperang. Pada saat itu kejadian yang sama berulang kembali, dimana pasukan musuh mundur dan berlindung di dalam sebuah banteng yang kuat dan kokoh. Walaupun kaum muslimin berhasil mengepung banteng tersebut, namun kaum Persia melancarkan berbagai serangan dengan pengait besi yang panas.

Dan Anas bin Malik yang merupakan saudara Al-Barra’ terkena oleh pengait besi panas tersebut dan tidak bisa melepaskan pengaitya. Hal ini membuat Al-Barra’ dengan segera melompat ke dinding dan melepaskan pengait besi tersebut dari tubuh saudaranya. Karena besi yang sangat panas membuat tangan AL-Barra’ melepuh, walaupun begitu semangatnya tidak goyah dan terus melancarkan serangan ke pasukan Persia.

Dan akhirnya keinginannya untuk mati syahid terkabul, dimana dalam perang ini doa dari Al-Barra’ untuk mati syahid dikabulkan. Dan ia gugur dengan senyuman bahagia pada wajahnya.

2. Kisah Thalhah bin Ubaidillah RA

Ketika Rasulullah SAW semakin terdesak dalam perang uhud, banyak sahabat Nabi yang menyadari akan hal tersebut. Sehingga mereka mengerahkan dengan sekuat tenaga untuk melindungi Rasulullah SAW. Dan salah satu sahabat yang berjuang habis-habisan yaitu Thalhah bin Ubaidillah RA. Dimana ida berperang untuk mempertaruhan nyawanya dalam menyelamatkan Rasulullah SAW.

Dikisahkan juga bahwa kedua tangan yang ia gunakan untuk berperang sudah tidak bisa digunakan lagi, walaupun begitu ia dengan gigih menyangga Rasulullah SAW agar bisa naik ke atas bebatuan ketika pasukan kaum kafir Qurasy sudah berhasil mengepung Rasulullah SAW. Dengan kegigihannya Rasulullah SAW pernah bersabda “bahwa Thalhah sudah dijamin masuk surga”.

3. Abu Musa Al-Asyari

Kisah Nabi dan sahabat dalam peperangan selanjutnya yaitu Abu Musa Al-Asy’ari, dimana ia juga termasuk salah satu sahabat Rasulullah SAW yang sangat luhur dianatar kaum muslimin. Ia sendiri merupakan seseorang yang memiliki sifat dan kerpibadian yang sangat mengagumkan, baik dari sifat cinta damai, rendah hati, baik hati. Namun ketika sudah memasuki peperangan dengan kaum kafir, ia akan berubah menjadi sosok yang gagah berani dan pejuang yang gigih.

Diriwayatkan juga disebuah Sabda dari Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa Abu Musa adalah seorang pemipin dari pasukan berkuda. Diceritakan juga bahwa Abu Musa pernah ikut dalam peperangan bersama Rasulullah SAW, dan dalam erang tersebut membuat telapak kaki Abu Musa sampai pecah-pecah. Bahkan ia harus terpaksa membalut dengan sobekan kain, karena kuku pada jarinya terkelupas habis.

Pernah sekali ketika pasukan Abu Musa dijebak dan ingin dikelabui oleh penduduk Isfahan dengan cara mengajak perdamaian dan membayar Jizyah. Namun dibalik itu semua hanyalah sebuah siasat semata dari kaum kafir untuk mempersiapkan serangan selanjutnya kepada kaum Muslimin. Namun Abu Musa berhasil mencium kebusukan mereka dengan mengajak perdamaian yang tidak tulus.

Dengan mengetahui siasat tersebut Abu Musa langsung mempersiapkan pasukan untuk selalu bersiap dengan siaga jika terjadi pertempuran kembali. Dan ketika mereka melancarkan serangan kembali kepada kaum muslimin, maka Abu Musa dan pasukannya sudah tidak terkejut lagi. Dan dengan mudah Abu Musa serta pasukan kaum muslimin berhasil memenangkan perang. Bahkan Abu Musa memenangkan perang tersebut tidak sampai dengan setengah hari saja.

Nah itulah 3 kisah sahabat Nabi berperang, semoga kegigihan dan pengorbanan jiwa raga dari sahabat Nabi dalam berperang bisa kita teladani.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here