Home Haji & Umroh Cara Melakukan Umrah Yang Benar Dan Paling Afdhol

Cara Melakukan Umrah Yang Benar Dan Paling Afdhol

221
0

Safari Dakwah – Cara melakukan umrah merupakan salah satu informasi yang paling banyak dicari oleh calon jamaah umrah, terlebih umrah sendiri merupakan salah satu ibadah yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Dengan kata lain menggunakan cara umrah yang benar pada saat pelaksanaanya anda akan mendapatkan pahala dan kemuliaan di sisi Allah SWT. Anda tidak perlu khawatir, karena pada kesempatan kali ini kami akan memberikan cara-cara umrah secara lengkap.

Untuk itu penting sekali agar anda menyimak pembahasan ini dengan baik. Memang hal ini biasanya sudah diberikan pada saat anda melakukan kegiatan manasik umrah atau haji. Walaupun begitu terkadang penjelasan panduan umrah yang diberikan dianggap masih kurang jelas. Maka dari itu kami sebisa mungkin akan memberikan penjelasan cara umrah dengan sedetail mungkin.

Cara Melakukan Umrah Yang Benar

Terdapat beberapa cara untuk melakukan serangkaian ibadah umrah, berikut beberapa urutan kegiatannya :

  1. Pertama-tama sebelum anda melakukan serangkaian kegiatan ibadah umrah, maka sangat dianjurkan sekali untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum berihram. Baik dengan cara mandi, berwudhu, menggunakan wewangian terbaik, atau memilih menggunakan pakaian ihram terbaik.
  2. Untuk pakaian ihram laki-laki yang dianjurkan adalah dua lembar kain, dimana kain tersebut akan digunakan sebagai penutup pundak dan digunakan sebagai sarung. Sedangkan untuk wanita pakaian yang disyariatkan adalah pakaian yang bisa menutupi seluruh tubuhnya, namun dalam hal ini wanita dilarang untuk menggunakan sarung tangan dan juga penutup wajah atau cadar.
  3. Setelah anda menggunakan pakaian ihram yang tepat, maka cara ihram selanjutnya adalah dengan berihram dari miqat sambil membaca niat umrah“Labbaika Umratan” yang artinya “Aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah”.
  4. Ketika anda memiliki kekhawatiran tidak bisa menyelesaikan ibadah umrah sebagaimana mestinya, maka anda diperbolehkan untuk mengucapkan lafal diatas lalu di ikuti dengan membaca lafal berikut “ Allahumma mahilli haitsu habastani”. Ketika seseorang telah membaca lafal ini, dan pada suatu saat tidak bisa menyelasaikan ibadah umrah atau haji karena sakit atau penghalang lainnya, maka ia tidak diwajibkan untuk membayar dam atau denda.
  5. Tidak ada alat khusus untuk melakukan ihram, namun jika waktu ihram bertepatan dengan waktu shalat, maka tunaikanlah shalat terlebih dahulu baru melakukan berihram.
  6. Nah setelah anda membaca niat umrah, maka dilanjutkan untuk memperbanyak membaca doa atau dzikir yaitu seperti lafal berikut :
  7. Jika waktu memungkinkan , maka jamaah dianjurkan untuk mandi terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam Kota Makkah.
  8. Ketika anda mulai masuk ke dalam Masjidil Haram, sebaiknya anda mendahulukan kaki kanan terlebih dahulu. Sambil membaca doa untuk masuk masjid yaitu :
  9. Selanjutnya yaitu menuju ke Hajar Aswad untuk melakukan Thawaf, ketika anda menghadap ke Hajar Aswad bacalah takbir lalu mengusapnya menggunakan tangan kanan dan menciumnya. Tapi ketika tidak memungkinkan untuk mencium Hajaw Aswad, maka anda bisa melakukannya dengan mengusapnya saja lalu mencium tangan yang digunakan untuk mengusap Hajar Aswad tersebut. Dan jika masih tidak memungkinkan untuk mengusapnya, anda bisa dengan cara memberi isyarat menggunakan tangan. Namun tidak mencium tangan tersebut.
  10. Setelah itu lakukan Thawaf sebanyak 7 putaran, dan pada tiga putaran pertama anda di sunnahkan untuk berlari-lari kecil bagi yang memungkinkan untuk melakukannya. Dimana untuk cara Thawaf yaitu dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir pula di Hajar Aswad.
  11. Selain itu pada saat melakukan Thawaf anda di sunnahkan juga untuk mengusap Rukun Yamani pada setiap kali melakukan putaran. Namun dalam hal ini anda tidak dianjurkan untuk menciumnya. Dan ketika anda tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka tidak dianjurkan untuk memberi isyarat.
  12. Ketika anda berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, maka anda di sunnahkan untuk membaca :
  13. Pada saat melakukan Thawaf tidak ada bacaan atau dizikir tertentu, namun akan lebih baik melakukan dzikir. Anda bisa membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.
  14. Nah setelah anda selesai melakukan Thawaf, maka cara selanjutnya yaitu dengan menutup kedua pundaknya lalu segera menuju ke Maqam Ibrahim sambil membaca lafal :
  15. Anda di sunnahkan juga untuk melakukan shalat thawaf 2 raka’at di belakang Makam Ibrahim, pada raka’at pertama setelah membaca Al Fatihah membaca surat Al Kaafirun, lalu pada raka’at kedua membaca surat Al Ikhlas.
  16. Setelah anda shalat dua raka’at tersebut, maka di sunnahkan untuk meminum air zam-zam dan menyirami kepala anda menggunakan air zam-zam tersebut.
  17. Setelah itu kembali lagi ke Hajar Aswad, sambil membaca takbir dan mengusap dan menciumnya jika hal tersebut memungkinkan.
  18. Kemudian masuk kedalam rukun umrah selanjutnya yaitu melakukan sa’I dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah. Dan ketika anda sudah mendekatu Bukit Shafa, sebaiknya anda membaca :
  19. Selanjutnya yaitu mulai menaiki Bukit Shafa, sambil menghadap ke arah Ka’bah dan melihatnya jika hal tersebut memungkinkan. Lalu membaca lafal :
  20. Bacaan ini idealnya di baca sebanyak tiga kali dan berdoa di antara pengulangan bacaan tersebut dengan doa apa saja yang anda kehendaki.
  21. Setelah itu mulai untuk menuruni Bukit Shafa dan segera menuju ke Bukit Marwah.
  22. Pada saat menuju ke Bukit Marwah, anda di sunnahkan untuk berlari-lari kecil atau berjalan cepat dengan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang berada di tempat Sa’I atau Mas’a bagi laki-laki, setelah itu mulai untuk berjalan biasa lagi ketika mulai menaiki Bukit Marwah.
  23. Ketika anda sudah sampai di Bukit Marwah, kerjakan apa saja sama seperti ketika anda berada di Bukit Shafa.
  24. Kemudian turun dari Bukit Marwah, bagi laki-laki di sunnahkan untuk berlari-lari kecil di tempat yang sudah ditentukan. Dan ketika sudah mulai menaiki Bukit Shafa berjalan dengan biasa lagi.
  25. Lakukan hal ini sampai dengan tujuh kali dan berakhir di Bukit Marwah.
  26. Pada saat melakukan Sa’I tidak ada doa dan dzikir-dzikir tertentu yang harus dibaca, maka anda diperbolehkan untuk berdo’a, berdzikir, dan membaca Al-Qur’an sesuai dengan apa yang anda kehendaki. Tapi akan lebih jika anda membaca do’a umrah
  27. Ketika anda sudah selesai, maka rukun umrah selanjutnya yaitu dengan cara bertahallul atau memotong rambut. Minimal rambut yang anda potong yaitu 3 helai rambut. Namun akan lebih baik, laki-laki memotongnya sampai gundul. Sedangkan untuk wanita diperbolehkan memotong rambut hanya sampai dengan sepanjang ruas jari.
  28. Setelah anda memotong rambut, berarti hal tersebut menandakan ibadah umrah anda sudah selesai. Tapi perlu di ingat jika rukun umrah yang terakhir adalah melakukannya dengan tertib atau berurutan.

Usai sudah ulasan lengkap mengenai cara melakukan umrah, semoga informasi yang sudah kami berikan diatas bisa bermanfaat untuk anda.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here