Home Religi Kisah Inspirasi Hijrah Hati dan Pikiran

Hijrah Hati dan Pikiran

214
0

Hijrah pengertiannya secara etimologis adalah meninggalkan suatu perbuatan, menjauhkan diri dari pergaulan, pindah dari satu tempat ke tempat lain atau meninggalkan suatu daerah menuju daerah lain, misalnya berpindahnya orang Badui (penduduk padang pasir) menuju ke kota-kota. Secara terminologis yang dikaitkan dengan syari’at agama.

berhijrah dengan meninggalkan semua kegiatan yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya, yaitu menghindari segala perbuatan yang tercela yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. Berhijrah dalam arti demikian, misalnya disebutkan dalam hadis Nabi:

 عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ… وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ – رواه البخاري

Dari Abdullah bin ‘Amr radliyallahu ‘anh, Rasulullah shallallahu ‘anh bersabda: “Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari, No: 9). Dengan demikian, setiap orang yang telah meninggalkan larangan Allah berarti ia telah melakukan hijrah.

Tidak ada satu jawaban yang paling tepat untuk menumbuhkan jiwa sejati dalam diri adalah dengan mempersatukannya antara hati dan Pikiran, dengan langkah dan tujuan menuju jalan kebaikan seperti mempererat silatuhrahmi ukhuwuah islamiyah saling tolong menolong antara sesama, menghindari sifat sirik iri dan denki, dengan cara seperti itulah kita akan mampu berhijrah untuk mempersatukan antara hati dan pikiran maka kita termasuk makluk yang mampu mengendalikan diri kita.

Jika di satu tempat atau majelis kita tidak menemukan sesuatu yang berbuah kebaikan berhijrahlah mencari tempat yang membuat kita menjadi lebih baik dari sebelumnya tanpa harus mengeluh dan merasa hina antara Dunia dan Akhirat.

“Yakinlah Allah bersama kita”

Ikhwan : M.Uki Masduki

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here