Home Islami Hukum Hijab Bagi Muslimah Dan Cara Mengenakan Jilbab Sesuai Dengan Syari’i

Hukum Hijab Bagi Muslimah Dan Cara Mengenakan Jilbab Sesuai Dengan Syari’i

88
0

Safari Dakwah – Berbicara mengenai jilbab dan hijab tidak bisa lepas dari kehidupan wanita muslimah, karena memang hukum hijab bagi muslimah adalah wajib dilakukan ketika merea sudah menginjak usia dewasa dan sudah pernah mengalami haid. Tapi sangat disayangkan sekali masih banyak wanita muslim yang belum mengenakan hijab ketika sudah dewasa, mungkin hal ini dipengaruhi juga dengan perkembangan zaman saat ini.

Padahal kalau anda ketahui banyak sekali hikmah wanita berjilbab yang bisa didapatkan ketika anda sudah mengenakan hijab atau jilbab. Dalam hal ini manfaat yang paling penting adalah menjaga diri dari orang-orang yang tidak dikenal. Karena memang aurat adalah hal pokok yang menjadi pusat perhatian ketika anda berada di luar. Tentu hal ini bisa diatasi dengan cara menggunakan hijab. Nah berikut akan kami berikan penjelasan mengenai hukum hijab dan seputar hijab atau jilbab.

Pengertian Jilbab

Sebelum masuk ke dalam pembahasan mengenai hukum hijab bagi muslimah, ada baiknya anda mengetahui apa itu hijab dan jilbab terlebih dahulu. Jilbab merupakan suatu pakaian yang dikenakan agar menutupi seluruh tubuh dan aurat wanita muslim. Jilbab dalam Bahasa Arab jika dijamakkan yaitu Jalabib yang artinya selendang. Adapun untuk pengertian jilbab sendiri menurut Ensiklopedi Hukum Islam menyebutkan bahwa jilbab merupakan pakaian yang tidak sempit dan di lengkapi dengan penutup kepala, leher, dan dada atau yang sering disebut dengan kerudung.

Tentunya jika melihat dari pengertian diatas, sedikit berbeda dengan anggapan masyarakat pada umumnya yang menganggap bahwa hijab Indonesia hanya digunakan untuk menutup kepala saja. Sedangkan untuk pakaian yang longgar dan panjang sering disebut dengan istilah busana muslimah. Banyak sekali orang yang menyebut bahwa orang yang mengenakan penutup kepala dan busana muslim disebut dengan wanita berjilbab. Padahal dalam hal ini artian tersebut sudah melenceng dari arti jilbab yang sebenarnya.

Sejarah Jilbab

Pada mula-mula setelah perintah untuk mengenakan hijab atau jilbab turun, penggunaan jilbab sendiri lebih ditujukan sebagai simbol wanita baik atau wanita merdeka agar terhindari dari pandangan laki-laki yang bukan muhrimnya. Sehingga hal tersebut bisa meminimalisir terjadinya suatu pelecehan seksual terhadap kaum wanita.

Dan pada saat itu jilbab hanya dikenakan oleh kaum wanita sahaya saja, dengan kata lain budak sahaya pada saat itu tidak diperbolehkan untuk mengenakan hijab atau jilbab. Dalam sejarah mengenakan jilbab sendiri pernah dikatakan bahwa Umar pernah menghukum budak hamba sahaya yang mengenakan jilbab. Karena memang pada saat itu jilbab merupakan pembeda antara wanita merdeka dan hamba sahaya.

Dasar Hukum Jilbab Bagi Muslimah

Untuk dasar hukum hijab dan perintah mengenakan jilbab sendiri sudah diturunkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Dalam sejarah mengatakan bahwa perintah untuk mengenakan dan memakai jilbab yaitu pada saat Rasulullah SAW sering melakukan jamuan makan bersama untuk tamu-tamunya. Karena memang tamu-tamu Rasulullah SAW bebas masuk ke dalam rumah Rasulullah SAW. Sehingga hal tersebut akan berpotensi terjadinya fitnah, karena memang pada saat itu istri-istri Rasulullah SAW belum mengenakan hijab atau jilbab.

Dalam Firman Allah SWT yang terdapat dalam surah Al Ahzab ayat 53 berbunyi :

Selain itu perintah untuk mengenakan jilbab juga terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 59:

Jadi dalam ayat hijab diatas sudah sangat jelas sekali, bahwa perintah hijab atau jilbab wajib hukumnya dilakukan untuk setiap wanita muslim. Karena memang dengan mengenakan hijab atau jilbab bisa menghindari terjadinya pelecehan seksua. Terlebih bagi anda yang memiliki aktivitas diluar, maka akan sangat penting sekali agar anda selalu mengenakan jilbab setiap kali berpergian. Bukan hanya itu saja anda juga diperintahkan untuk mengenakan jilbab, walaupun berada di dalam rumah jika sedang menerima tamu lawan jenis yang bukan muhrimnya.

Hukum Mengenakan Hijab Atau Jilbab

Untuk hukumnya sendiri sudah sangat jelas yaitu wajib bagi setiap wanita muslim yang sudah menginjak dewasa. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist Nabi mengenai perintah untuk mengenakan hijab atau jilbab. Dan dalam hal ini penting sekali agar mengenakan jilbab yang bisa menutupi aurat, dengan demikian bahwa anda harus mengenakan pakaian yang bisa menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Hal ini bisa dilihat dari hadist Nabi yaitu sebagai berikut:

1. Kewajiban untuk menutup aurat selain wajah dan telapak tangan

Dalam mengenakan sebuah jilbab seorang wanita muslim harus menutupi seluruh aurat atau tubuhnya, sebagaimana yang sudah disebutkan dalam hadist yaitu, Dari Aisyah R.ah, pernah berkata: Asma binti Abi Bakar menemui Rasulullah SAW dengan pakaian yang terbilang tipis, seketika itu juga Rasulullah SAW berpaling seraya mengatakan : Hai Asma, sesungguhnya jika perempuan telah haid, tidak lagi wajar terlihar darinya kecuali ini dan ini atau yang ditunju yaitu bagian wajah dan telakap tangannya.

2. Kewajiban untuk menjaga aurat dari lawan jenis yang bukan muhrimnya

Seperti yang kita ketahui bahwa mengenakan jilbab ditujukan untuk menjaga auratnya dari lawan jenis yang bukan muhrimnya. Hal ini untuk menghindari pandangan dari laki-laki yang bukan muhrimnya terhadap aurat seorang wanita. Selain itu perintah untuk menjaga aurat dari lawan jenis bukan muhrim juga sudah ada dalam ayat tentang kewajiban berjilbab yaitu seperti berikut:

Cara Berhijab Sesuai Dengan Syariah Islam

Dengan melihat bagaimana hukum hijab bagi muslimah, maka sudah sepantasnya jika mulai sekarang wanita muslim untuk mengenakan hijab atau jilbab. Tapi untuk mengenakan jilbab sendiri harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW atau syariah dalam Islam. Penggunaan jilbab yang sesuai syariah sering disebut dengan jilbab syari’I, nah berikut beberapa poin penting dalam mengenakan jilbab:

1. Bahan tidak boleh tipis dan transparan

Poin penting yang pertama dalam hal mengenakan hijab atau jilbab yaitu bahan yang anda gunakan haruslah tebal dan tidak boleh tipis atau transparan. Karena memang jilbab sendiri ditujukan untuk menutupi aurat. Jika anda menggunakan jilbab dengan bahan yang tipis, berarti hal tersebut sama saja dengan telanjang. Karena anda melupakan arti dari jilbab yang sesungguhnya.

2. Longgar dan tidak boleh ketat

Hal penting selanjutnya yaitu jilbab atau hijab yang anda kenakan tidak haruslah longgar dan tidak boleh ketat. Karena memang hal ini ditujukan untuk menjaga lekukan tubuh anda dari pandangan laki-laki yang bukan muhrimnya. Jika anda mengenakan hijab atau jilbab yang ketat, bisa saja hal tersebut akan memancing perhatian banyak orang.

3. Tidak boleh menyerupai wanita kafir dan untuk mencari perhatian semata

Saat ini banyak dijumpai wanita yang mengenakan jilbab, tapi tidak sesuai dengan cara berjilbab menurut Islam. Karena memang perkembangan zaman yang ada sangatlah berpengaruh terhadap gaya hidup dari seseorang. Salah satunya dalam hal berpakaian. Untuk itu penting sekali agar anda mengenakan jilbab dan hijab sesuai dengan cara yang benar, selain itu tanamkan dalam hati anda bahwa berhijab bukan untuk mencari perhatian semata. Melainkan untuk mendapatkan Ridha dari Allah SWT, karena memang ini adalah kewajiban untuk anda.

Dari penjelasan yang sudah kami sampaikan diatas, jadi bisa disimpulkan bahwa hukum hijab bagi muslimah adalah wajib dilakukan bagi setiap wanita muslim yang sudah pernah haid.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here