Home Religi Kisah Inspirasi Iqro (bacalah) untuk kita semua

Iqro (bacalah) untuk kita semua

129
0

Di saat usia Rasulullah SAW, hampir mencapai empat puluh tahun, beliau menyaksikan kondisi masyarakatnya yang sangat memprihatinkan. Hidup dalam kejahiliyahan dan kemusyrikan. Dalam kondisi seperti itu Rasulullah mengambil keputusan dengan petunjuk ilham ilahi- untuk membentang jarak dan kehidupan ramai. Beliau memilih suatu gua yang tidak terlalu besar, yang panjangnya empat hasta dan lebarnya antara tiga perempat hingga satu hasta. dan yang jaraknya kira-kira dua mu dari Makkah, yaitu gua Hira di Jahal Nur.

Pilihan Rasulullah untuk mengasingkan diri ini termasuk satu sisi dan ketentuan Allah atas diri beliau sebagai langkah persiapan untuk menerima urusan besar Yang sedang ditunggunya. Ruh manusia manapun yang realitas kehidupamwa akan disusupi suatu pengaruh dan dibawa ke arah lain. maka ruh itu harus dibuat kosong dan dengan mengasingkan diri untuk beberapa saat. dipisahkan dan herbagai kesibukan duniawi dan gejolak kehidupan serta kebisingan manusia yang membuatnya sibuk pada urusan kehidupan.

Di gua Hira inilah wahyu Allah SWT pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, yaitu firman Allah yang diawali dengan perintah untuk membaca (iqra’ bacalah).

Iqra’ (bacalah!), itulah perintah Allah yang disebutkan dalam awal surat al Alaq, surat Al Qur’an yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Meskipun perintah ini ditujukan pada Nabi Muhammad tetapi meliputi juga perintah untuk umat beliau. Allah berfirman:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ . خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.“ (QS Al Alaq: 1-2)

Makna Iqra’

Kata iqra’ berasal dari qara’a yang bisa bermakna membaca, menelaah, mempelajari, membacakan atau menyampaikan dan lainnya. Jadi perintah iqra’ diatas cangkupannya sangat luas, tidak sekedar perintah membaca tetapi juga perintah untuk merenungi, menganalisa dan seterusnya. Kita ketahui bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis), tetapi diperintah untuk “membaca”. Hal ini menunjukkan bahwa “membaca” tidak selalu berupa membaca tulisan, tetapi juga termasuk mendengarkan, mengamati, merenungkan dan lainnya.

Apa yang harus dibaca?

Bahkan kalau kita cermati ayat diatas, tidak disebutkan objek yang harus di-iqra (dibaca). Hal ini menunjukkan tidak ada batasan dari apa yang harus dibaca atau dipelajari. Bahan bacaan bisa meliputi ayat-ayat syar’iyah (Al Qur’an), ayat-ayat kauniyah (alam semesta), termasuk juga pelajaran dalam diri manusia sendiri.

Menyebut nama al Khaliq

Dalam ayat diatas Allah mengikat perintah membaca “dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” Hal ini mengingatkan agar manusia dalam membaca atau belajar selalu bersandar dan minta pertolongan kepada al Khaliq (sang Pencipta). Mengingatkan pula bahwa tujuan dari membaca (apa pun objek yang dibaca) adalah mencari ridha sang Khaliq, yaitu Allah yang telah menciptakan manusia dan alam semesta. Manusia tidak diciptakan untuk hal yang sia-sia dan dibiarkan begitu saja. Tetapi manusia diperintah dan dilarang. Untuk mengetahui perintah dan larangan Allah maka manusia perlu membaca, perlu belajar.

Ilmu adalah kemuliaan dan karunia dari Allah

Allah mengulang kembali perintah membaca ini dalam ayat berikutnya:

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ . الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ . عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (pena), Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Alaq: 3-5)

Diantara bentuk rahmat dan kasih sayang Allah pada manusia adalah mengajarinya ilmu dan memberinya kemampuan untuk belajar. Allah menurunkan petunjuk dan mengutus para Rasul untuk mengajari manusia. Allah juga memberi manusia nikmat pendengaran, penglihatan dan juga hati sebagai sarana untuk mendapatkan ilmu.

Teruslah membaca!

Manusia dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa. Dengan terus membaca dan belajar manusia akan semakin berilmu.   Hanya dengan ilmu manusia bisa membedakan baik dan buruk, benar dan salah, serta hanya dengan ilmu manusia mengetahui perintah dan larangan Allah. Ilmu akan membuat seseorang semakin arif dan bijaksana dalam segala sesuatu, Ilmu akan mengangkat derajat manusia.  Bacalah! adalah perintah ilahi yang sangat mulia dan sangat penting. Tidak mengherankan kenapa Allah memulai dengan perintah ini di awal-awal menurunkan Al Qur’an. Mari terus “membaca” dalam hidup ini!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here