Home Haji & Umroh Jenis Jenis Beribadah Haji Lengkap Dengan Cara Pelaksanaanya

Jenis Jenis Beribadah Haji Lengkap Dengan Cara Pelaksanaanya

216
0

Safari Dakwah – Ibadah haji merupakan rukun islam kelima, dengan kata lain ibadah haji hal wajib yang di lakukan oleh setiap orang beragama islam. Yang dimaksud dengan wajib di sini yaitu dilakukan bagi orang yang sudah mampu melakukan ibadah haji, baik dari segi fisik, finansial, dan lain-lain. Dan perlu anda ketahui, jika ibadah haji sendiri juga memiliki beberapa jenis. Dan pada kesempatan kali ini kami akan memberikan ulasan lengkap mengenai jenis-jenis ibadah haji dan pelaksanaanya.

Untuk itu bagi anda yang mungkin belum mengetahuinya, kami harap agar anda menyimak pembahasan ini. Karena memang informasi ini sangat penting sekali untuk diketahui semua umat islam. Terlebih haji sendiri merupakan hal wajib yang harus dilakukan bagi yang sudah mampu. Maka dari itu untuk menyiapkan pengetahuan sebelum anda berangkat haji, berikut akan kami berikan penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis ibadah haji.

Jenis-jenis ibadah haji

Setidaknya terdapat tiga jenis dalam ibadah haji, kami sudah merangkumnya dalam pembahasan di bawah ini.

1.Haji Qiran

Haji Qiran bisa di artikan sebagai melaksanakan dan mengerjakan haji dan umrah secara bersamaan. Dan niat yang dibaca untuk ibadah ini dilakukan secara bersamaan dan sekaligus. Dimana untuk bacaan haji dan niatnya sendiri yaitu “Labaika bi haj wa umrah” yang berarti aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan haji dan umrah. Dan haji mengharuskan setiap pelakunya untuk tetap menggunakan pakaian ihram, baik dari mulai ibadah sampai dengan selesai.

Haji Qiran sendiri juga terbagi menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut :

  • Berihram dengan niatan untuk ibadah haji dan umrah sekaligus dari miqat sambil membaca dan mengucapkan lafal “Labaika umratan wa hajjan”.
  • Berihram dan membaca niat umrah terlebih dahulu, kemudian di ikuti dengan membaca niat ibadah haji ke dalam niat umrah sebelum melakukan thawaf umrah.

Cara melaksanakan haji Qiran sendiri dimulai dengan cara bersuci terlebih dahulu, baik dengan mandi atau hanya berwudhu. Menggunakan pakaian ihram, shalat Sunnah dua rakaat, dan membaca niat yang sudah kami sebutkan di atas. Dan ketika sudah sampai di Kota Makkah, maka jamaah haji yang bukan penduduk Kota Makkah asli di sunnahkan untuk mengerjakan Thawaf Qudum terlebih dahulu. Dan Thawaf ini hanya bersifat Sunnah, sehingga bisa dilakukan apa di tinggalkan.

Setelah itu jamaah bisa langsung melanjutkan ke sa’I, dan apabila sa’I yang dilakukan tanpa melakukan Thawaf Qudum. Maka jamaah tidak perlu melakukan sa’I lagi pada saat Thawaf Ifadhah. Dan untuk pelaksanaannya sendiri pada dasarnya sama dengan apa yang sudah kami sampaikan pada minggu kemarin yaitu mengenai rukun haji.

2. Haji Tamattu

Apa itu Haji tamattu? Haji Tamattu sendiri berbeda dengan haji Qiran, dimana untuk pengertian haji Tamattu yaitu melaksanakan ibadah umrah terlebih dahulu, baru setelah itu melakukan ibadah haji. Dan jamaah haji ini diwajibkan untuk membayar sebuah dam nusuk.  Untuk pelaksanaan atau rukun haji dan umroh dari haji Tamattu sendiri dimulai dengan melaksanakan ibadah umrah terlebih dahulu yaitu sebagai berikut :

  • Bersuci baik mandi atau berwudhu.
  • Menggunakan pakaian ihram.
  • Shalat Sunnah dua rakaat.
  • Niat dari miqat sambil mengucapkan niat melakukan ibadah umrah.
  • Membaca talbiah, shalawat, dan doa.
  • Masuk ke dalam Makkah dan berdoa.
  • Masuk ke dalam Masjidil Haram, melihat Ka’bah dan melakukan doa.
  • Ketika melintasi makam Ibrahim pada saat Thawaf, maka di sunnahkan untuk membaca doa.
  • Melakukan Thawaf sebanyak 7 kali atau putaran.
  • Sa’I dimulai dari Bukit Safa dan akan berakhir di Bukit Marwah sebanyak 7 kali perjalanan.
  • Memotong rambut sebagai tanda berakhirnya pelaksanaan ibadah umrah.

Dan setelah melaksanakan ibadah umrah tersebut, maka jamaah haji Tamattu harus menunggu tanggal 8 Dzulhijah terlebih dahulu agar bisa melaksanakan ibadah haji. Dimana untuk urutan kegiatan ibadah haji sendiri yaitu sebagai berikut :

  • Bersuci dengan cara mandi atau berwudhu.
  • Menggunakan pakaian ihram.
  • Shalat Sunnah dua rakaat.
  • Niat dari miqat sambil mengucapkan niat melakukan ibadah haji.
  • Pada tanggal 8 Dzulhijah jamaah haji mulai berangkat ke padang Arafah untuk melakukan kegiatan Wukuf.
  • Pada tanggal 9 Dzulhijah pelaksanaan Wukuf di Padang Arafah.
  • Ketika matahari mulai terbenam, maka akan melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah.
  • Mabbit atau bermalam di Muzdalifah pada malam tanggal 10 Dzulhijah, minimal sampai tengah malam.
  • Mabbit atau bermalam di Mina untuk pelaksanaan pelemparan 3 Jumrah pada hari-hari Tasyrik.
  • Kembali lagi ke Makkah dan melakukan Thawaf Ifadhah, sa’I, Thawaf Wadak sebagai bentuk bahwa anda sudah menyelasaikan ibadah haji.

3. Haji Ifrad

Haji ifrad sendiri bisa diartikan sebagai melaksanakan ibadah haji saja. Dan jamaah haji yang memilih jenis ini tidak di wajibkan untuk membayar dam. Dengan kata lain Haji Ifrad merupakan hajiyang mendahulukan haji terlebih dahulu di bandingkan dengan umrah. Untuk pelaksanaan cara haji Ifrad yaitu sebagai berikut :

  • Bersuci dengan cara mandi atau berwudhu
  • Menggunakan pakaian ihram.
  • Shalat Sunnah dua rakaat.
  • Berniat melakukan ibadah haji.
  • Ketika tiba di Makkah, maka jamaah haji Ifrad di sunnahkan untuk melakukan Thawaf Qudum atau ucapan selamat datang. Dan Thawaf ini bisa langsung di ikuti oleh sa’I atau tidak. Jika di lanjutkan dengan sa’I berarti pada saat melakukan Thawaf Ifadah sudah tidak perlu lagi melakukan sa’i. Dan setelah selesai melakukan Thawaf Qudum, maka tidak di akhiri dengan tahalalu sampai dengan proses ibadah haji selesai. Hal ini di karenakan harus menggunakan pakaian ihram. Dan juga harus menunggu waktu untuk melakukan Wukuf di Padang Arafah.
  • Untuk urutan kegiatan pelaksanaan ibadah haji selanjutnya sama dengan pelaksanaan ibadah haji Tamattu.
  • Adapun bagi jamaah yang ingin melanjutkan ke dalam ibadah umrah, maka jamaah harus mengambil miqat terlebih dahulu.

Jenis haji yang paling utama

Dari ketiga jenis haji di atas, tentunya terdapat salah satu jenis yang paling utama. Banyak ulama yang berbeda pendapat mengenai jenis haji yang paling utama, yaitu sebagai berikut :

  • Menurut Mazhab Syafi’I yaitu bahwa haji Ifrad dan haji Tamattu lebih utama di bandingkan dengan haji Qiran.
  • Mazhab Hanafi berpendapat bahwa haji Qiran lebih utama dibandingkan dengan haji Tamattu.
  • Mazhab Maliki berpendapat, bahwa haji Ifrad lebih utama dibandingkan dengan haji Tamattu dan Qiran.
  • Mazdhab Hanafi berpendapat, bahwa haji Tamattu lebih utama dibandingkan dengan haji Ifrad dan Qiran.

Jadi itulah jenis jenis beribadah haji yang wajib diketahui oleh umat islam. Silakan anda pilih jenis haji yang menurut anda baik.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here