Kisah Hikmah Antara Raja dengan Pengawalnya

 

Kisah Hikmah Raja dan Pengawal

Kisah hikmah tentang seorang raja dengan pengawalnya menjadi cerita turun temurun yang diceritakan di Jazirah Arab.

Alkisah, pada zaman dahulu kala ada seorang Raja, pemimpin kerajaan Islam yang memiliki seorang pengawal ahli ibadah. Kabarnya, pengawal tersebut pun memiliki kepribadian santun dan terkenal karena sikap ikhlasnya. Setiap kali ia mengalami kemalangan, ia selalu mengucapkan Al Khair Mukhtarallah, yang terbaik adalah pilihan Allah.

Suatu ketika, sang Raja yang tengah menikmati hidangan di meja makan terluka. Secara tak sengaja, pisau yang digunakan sang Raja melukai jari tangannya hingga terpotong. Saat itulah si pengawal mengucapkan Al Khair Mukhtarallah.

Entah mengapa mendengar ucapan tersebut membuat sang Raja marah besar. Si pengawal setia dijebloskannya ke dalam penjara. Kemarahan sang Raja semakin memuncak tatkala si pengawal kembali mengulang ucapannya, Al Khair Mukhtarallah ketika hendak dimasukan ke penjara.

Nyawa Sang Raja Selamat Berkat Jari yang Terpotong

Kisah hikmah antara sang Raja dengan pengawalnya terus berlanjut hingga bulan demi bulan terlewati.

Suatu hari, sang Raja memutuskan untuk melakukan perburuan di sebuah hutan bersama anak buahnya. Malang nasib sang Raja, saking asiknya berburu ia tak sadar telah melewati wilayah perbatasan. Sang Raja bersama anak buahnya memasuki kerjaan para penyembah api, kaum Majusi.

Lantaran melanggar batas dan masuk ke dalam wilayah kerjaan lain secara sengaja, sang Raja dan anak buahnya ditangkap untuk dijadikan persembahan pada Dewa. Sang Raja menyaksikan bagaimana anak buahnya meregang nyawa. Satu per satu dari mereka dibunuh dan dipersembahkan pada Dewa.

Ketika giliran sang Raja datang, ia merasa takut luar biasa. Membayangkan dirinya dipenggal lalu dijadikan persembahan membuatnya tidak dapat berpikir apa pun. Namun, Allah Swt memiliki rencana lain.

Saat akan dipenggal, rahasia sang Raja terbongkar. Ia memiliki cacat, jarinya tak utuh karena terpotong padahal dalam adat kaum Majusi, seorang persembahan haruslah sempurna. Maka, sang Raja pun dibebaskan dan kembali ke kerajaannya dalam keadaan hidup.

Raja yang gembira luar biasa pun teringat si pengawal yang masih berada di dalam penjara. Ia pun mendatangi si pengawal dan bertanya pada si pengawal mengapa ia berkata Al Khair Muktarallah saat dijebloskan ke penjara.

Si pengawal berkata bahwa jika dirinya tidak di penjara pasti ia sudah dibunuh. Kisah hikmah ini mengajarkan agar tidak meremehkan perkataan seseorang yang dikenal taat lagi bijaksana.