Kisah Hikmah, Masuk Neraka karena Seekor Kucing

Pernahkah Anda mendengar kisah hikmah tentang seorang wanita yang dimasukan ke dalam neraka karena seekor kucing?

Alkisah, ada seorang wanita dari kalangan Himyariyah Israliyah yang memelihara seekor kucing, tetapi tidak memberinya makan dengan layak. Bahkan, si wanita dengan tega mengikat si kucing. Bukannya membiarkan si kucing pergi untuk mencari makanan di bumi Allah.

Si wanita tak peduli ketika si kucing mengeong, memintanya agar melepaskan ikatan dan memberinya air. Dikurung berjam-jam lamanya membuat si kucing kehausan dan kelaparan. Suara meongannya pun semakin lemah.

Tubuh kecilnya semakin lemah karena tidak mendapat asupan apapun. Si wanita dengan kejamnya membiarkan si kucing tergolek lemah tak berdaya di dalam kandang.

Tidak sedikitpun ada rasa iba di hatinya melihat penderitaan si kucing. Ia justru masa bodoh. Hingga akhirnya si kucing pun meregang nyawa. Ia mati dalam keadaan memprihatinkan. Tubuhnya kekurangan cairan dan asupan makanan.

Penderitaan Seekor Kucing Membawa Seorang Wanita Merasakan Neraka

Kisah hikmah ini menjadi tamparan keras bagi manusia. Rasulullah menekankan bahwa sebagai seorang muslim hendaknya berbuat baik pada siapa saja, termasuk hewan. Tidak diperbolehkan menyiksa binatang atau mengurungnya dengan paksa tanpa memberinya makan dan minum. Hal tersebut sangat dilarang dalam Islam.

Jika memang merasa terganggu dengan kehadiran kucing, usir kucing tersebut secara halus. Jika tidak mau memberinya makanan, biarkan ia mencari makanan yang telah disiapkan oleh Allah Swt.

Barangkali dalam pandangan si wanita, tindakan kejam yang dilakukannya adalah hal wajar. Namun, korban kezalimannya mengadu pada Allah, berdoa agar si wanita tersebut mendapatkan balasan setimpal atas perbuatannya.

Doa tersebut dikabulkan oleh Allah Swt, si wanita penyiksa kucing akhirnya dimasukan ke dalam neraka. Di neraka ia dikejar oleh kucing yang disiksanya. Sekujur tubuh si wanita penuh dengan bekas luka cakaran.

Kisah hikmah di atas mengingatkan agar dalam hidup ini hendaknya selalu berbuat baik pada mahkluk Allah, baik sesama manusia, tumbuhan, bahkan tanaman. Karena sejatinya, setiap perbuatan manusia, baik maupun buruk akan mendapat balasan setimpal.

 

Kisah hikmah menjadi pengingat agar selalu berbuat baik pada siapa saja, bahkan hewan sekalipun.