Home Religi Kisah Hikmah Kisah Hikmah, Pemuda Pemabuk yang Mengalahkan Orang Saleh

Kisah Hikmah, Pemuda Pemabuk yang Mengalahkan Orang Saleh

190
0

Kisah Hikmah, Pemuda Pemabuk yang Mengalahkan Orang Saleh

 

Kisah Hikmah di Zaman Nabi Musa As

Kisah hikmah ini terjadi saat Nabi Musa As hendak menemui Allah Swt di Bukit Sinai, ia bertemu dengan seorang saleh. Orang tersebut bertanya pada Nabi Musa mengenai ganjaran yang akan diterimanya kelak. Pasalnya selama ini ia telah beribadah dengan sangat rajin.

“Wahai Nabi Allah, selama hidup ini saya telah berusaha menjadi orang baik dengan salat, puasa, haji, dan kewajiban beragama lainnya. Saya banyak menderita karenannya, tapi itu tak masalah. Saya hanya ingin tahu apa yang Allah berikan kepadaku nanti. Tolong tanyakan kepada-Nya,” pinta orang tersebut.

Nabi Musa pun menyanggupi permintaan orang saleh tersebut. Setelahnya, ia melanjutkan perjalanan menuju Bukit Sinai. Namun, di tengah perjalanan Nabi Musa justru kembali dipertemukan dengan seseorang.

Bedanya, kali ini Nabi Musa bertemu dengan seorang pemabuk. Serupa dengan orang saleh, si pemabuk pun meminta Nabi Musa untuk bertanya langsung pada Allah Swt mengenai ganjaran yang akan ia dapatkan.

“Aku adalah peminum. Aku tidak pernah salat, tidak puasa, atau amalah saleh lainnya. Tanyakan kepada Allah apa yang dipersiapkan untukku oleh-Nya nanti,” kata si pemabuk.

Si Pemabuk Masuk Surga, Orang Saleh Justru di Neraka

Di sinilah kisah hikmah mulai menemukan titik terang. Sesuai dengan prediksi, Allah Swt memberi ganjaran berupa pahala bagi pemuda saleh, sedangkan si pemabuk akan diberi tempat terburuk. Mendengar hal tersebut, si pemuda jusru merasa bahagia, lain halnya dengan pemuda saleh yang tampak biasa saja.

Nabi Musa yang penasaran pun bertanya, apa yang membuat si pemabuk senang. Ternyata jawabannya sederhana karena Allah Swt masih mengingatnya.

“Alhamdulillah. Aku tidak peduli tempat mana yang telah Tuhan persiapkan bagiku. Aku senang karena Tuhan masih ingat kepadaku. Aku pendosa yang hina dina. Aku dikenal Tuhan! Aku kira tidak seorang pun yang mengenalku,” katanya bahagia.

Atas kehendak Allah Swt, nasib keduanya pun berubah. Si pemabuk menjadi penghuni surga, sedangkan pemuda saleh menempati neraka. Rasa syukur yang ditunjukkan oleh si pemabuk membuat Allah rida dan senang terhadapnya.

Dari kisah hikmah di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Allah Swt berhak memberikan anugerah-Nya pada siapa pun terlepas bagaimana keadaan orang tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here