Home Religi Kisah Sahabat Nabi Kisah Para Sahabat Rasulullah SAW Yang Penuh Dengan Makna

Kisah Para Sahabat Rasulullah SAW Yang Penuh Dengan Makna

76
0

Safari Dakwah – Banyak sekali kisah para sahabat Rasulullah SAW yang bisa kita ambil hikmahnya untuk di teladani. Karena memang para sahabat lah yang dengan setia menemani Rasulullah SAW dalam mendakwahkan agama Islam. Berbagai macam kisah menyelimuti perjuangan Rasulullah dan sahabat, baik kisah sahabat Nabi yang mengharukan, perjuangan, pengorbanan, kecintaan, sampai dengan kisah sahabat yang menyenangkan. Nah pada artikel ini kami akan memberikan kumpulan kisah sahabat Nabi.

Karena memang saat ini banyak orang yang sudah mulai melupakan perjuangan dari sahabat Nabi, mereka enggan untuk membacanya. Kebanyakan orang lebih tertuju untuk membaca kisah-kisah Nabi saja. Padahal kalau anda ketahui perjuangan dan pengorbanan sahabat Rasulullah juga ikut berperan dalam perkembangan agama Islam sampai dengan saat ini. Anda penasaran? Langsung simak saja pembahasan yang akan kami sampaikan berikut ini.

Kisah Para Sahabat Rasulullah SAW Yang Penuh Dengan Makna

Banyak sekali kumpulan kisah sahabat Nabi yang bisa kita teladani, nah berikut sudah kami rangkum dalam pembahasan dibawah ini.

1. Sahabat Miqdad yang menolak jadi pemimpin

Miqdad merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW yang masuk agama Islam ketujuh, dimana ia menyatakan keislamannya secara terbuka dan terus terang. Akibat dari keputusannya itu, dia harus siap menanggung penderitaan yang diberikan oleh Kaum kafir Quraisy. Miqdad juga termasuk sahabat Nabi yang cerdas dan dengan hati tulusnya, hal tersebut bisa dilihat dari perkataanya yang berbobot dan berprinsip.

Pada suatu waktu Rasulullah SAW mengangkat Miqdad untuk menjadi seorang Amir di suatu daerah, beliau menanyakan langsung kepada Miqdad “Bagaimana pendapatmu menjadi seorang amir”. Namun dengan jawaban yang jujur, Miqdad menyatakan bahwa ia tidak ingin meneruskan untuk menjadi seorang amir. Karena memang menurutnya menjadi seorang amir, berarti memiliki kedudukan diatas orang lain, hal itu yang menjadikan ia tidak mau menjadi seorang amir.

Bahkan dikisahkan juga dalam buku sahabat Nabi, ia menyatakan kepada Rasulullah SAW seperti ini “Anda telah menjadikanku untuk menganggap diri saya berada di atas semua manusia. Demi yang mengutus Anda yang membawa kebenaran, sampai saat ini aku tidak lagi berkeinginan untuk menjadi seorang pemimpin. Bahkan untuk memimpin dua orangpun selama-lamanya”.

Memang pada saat itu Miqdad pernah menjadi seorang amir, dan pada saat menjadi amir. Ia mendapatkan banyak sekali pujian dan kemegahan hidup. Dengan segala kemegahan tersebut Miqdad menyadari tentang kelemahan dari seorang pemimpin, untuk itu ia berniat menghindari suatu jabatan dan menolak untuk menjadi seorang amir atau pemimpin lagi.

Walaupun begitu rasa cintanya terhadap Rasulullah SAW yang membawa agama Islam begitu besar. Dia adalah salah satu sahabat yang memiliki rasa tanggung jawab cukup besar, ketika ada seseorang yang ingin menghancurkan agama Islam. Ia siap untuk berkorban demi membela agama Islam.

2. Sahabat Zubair bin Awwam

Ia adalah salah satu sahabat Nabi yang begitu besar perjuangan dalam cerita Islam, diamana ia merupakan sahabat karib dari Thalhah. Beliau menyatakan keislamannya pada usia yang terbilang masih mudah yaitu pada usia 15 tahun dan memutuskan untuk hijrah pada usia 18 tahun. Bahkan ketika ia memutuskan untuk masuk ke dalam agama Islam, ia harus menerima berbagai macam penderitaan dan siksaan yang dilakukan oleh pamannya sendiri.

Perjuangan dan kepahlawanan beliau terlihat ketika terjadi di perang Badar, dimana saat itu Zubair bin Awwam berhadapan langsung dengan seorang pemimpin pasukan yang sudah sangat tersohor yaitu Ubaidah bin Said. Namun dengan tekadnya dan cintanya terhadap agama Islam, ia tidak gentar sedikit pun dalam menghadapi panglima perang tersebut. Bahkan ketika berhadapan dengan panglima tersebut, ia berhasil menombak kedua matanya.

Pasukan kaum kafir Quraisy yang mengetahui hal ini sangat ketakutan, karena memang panglima perangnya sudah jatuh tersungkur dan tidak bisa bergerak lagi. Hal ini menjadi suatu kemengan besar untuk umat Islam. Mengingat begitu besarnya perjuangan dan pengorbanan beliau, Rasulullah SAW pernah bersabda “Setiap Nabi pasti memiliki pengikut dan pendamping setia, dan pendamping setiaku adalah Azzubair ibnul Awwam.

Diriwayatkan pula ketika pada masa kepimpinan Umar terjadi peperangan dengan tentara dari Romawi dan meminta bala bantuan dari Amirul Mukminin. Mengetahui hal tersebut Umar dengan sigap mengirimkan empat ribu prajurit yang di pimpin oleh empat panglima perang terkemuka yaitu Ubadan ibnu Assamit, Azzubair bin Awwam, Maslamah bin Mukhalid, dan Almiqdaaf ibnul Aswad.

3. Sahabat Abdullah bin Umar Ra

Ia adalah salah seorang sahabat yang mulia, dimana suatu hari setelah membaca Al-Qur’an sampai kelelahan di Masjid Nabawi. Dia memutuskan untuk tidur, seperti biasanya sebelum tidur ia selalu menyucikan dirinya terlebih dahulu dengan cara berwudhu. Baru setelah itu ia bisa merebahkan tubuhnya secara perlahan dan membaca doa. Sampai bisa tertidur ia tetap membaca tasbih dan menyebut Nama Allah SWT.

Dan ketika ia sedang tertidur dengan nyenyak, ia pernah bermpimpi. Bahwa di dalam mimpinya ia berjumpa dengan Malaikat. Tanpa mengatakan apapun, dua Malaikat yang ada di dalam mimpinya membawa dan memegang kedua tangannya menuju ke Neraka. Di dalam mimpinya tersebut neraka itu digambarkan seperti sebuah sumur yang terus menyalakan api berkobar-kobar. Sudah pasti di dalamnya sangat panas, melihat banyaknya orang yang di panggang dan di siksa membuat hati beliau seraya ketakutan, namun ia tetap memohon ampunan kepada Allah SWT.

Setelah itu di dalam mimpinya ia juga bertemu dengan Malaikat lain seraya berkata”Kau belum terjaga dari api neraka”. Dan pada pagi harinya setelah terbangun dari mimpi tersebut, ia kembali mengingat mimpinya. Lalu dia pergi ke rumah Hafshah bin Umar salah seorang istri Nabi. Lalu ia menceritakan kembali apa yang ada di dalam mimpinya dengan hati yang cukup cemas.

Mendengar cerita dari sang adik Hafshah lalu menemui Rasulullah SAW dan menceritakan kembali perihal mimpinya. Mendengar cerita dari sang istri mengenai mimpi adiknya Beliau Rasulullah SAW bersabda “Sebaik-baiknya lelakai yaitu Abdullah bin Umar kalau ia mau menunaikan shalat malam”. Mendengar sabda dari Rasulullah SAW, Hafshah merasa gembira sekali. Dan dengan segera ia menemui kembali adiknya dan mengatakan apa yang di sabdakan oleh Rasulullah SAW.

Bahwasanya kau adalah sebaik-baiknya lelaki jika mau mendirikan sholat malam, dalam mimpimu Malaikat terakhir mengatakan bahwa engaku belum terjaga dari api neraka. Hal itu disebabkan karena engkau belum mendirikan shalat malam, jika engkau ingin terselamatkan. Maka dirikanlah shalat tahajjud, karena waktu sepertiga malam adalah waktu dimana Allah SWT memanggil hamba-Nya.

Mendengar sabda Nabi dan ucapan dari kakaknya, ia mulai berusaha dengan sekuat tenaga dalam hal beribadah kepada Allah SWT. Semenjak itu ia selalu mendirikan shalat tahajjud, dan ia bisa merasakan begitu nikmatnya menunaikan shalat tahajjud. Ia baru menyadari begitu agungnya keutamaan dari shalat tahajjud, dan tidak ada yang lebih indah kecuali saat bersujud dan menangis di hadapan Allah pada waktu sepertiga malam.

Itulah tiga kisah para sahabat Rasulullah SAW, semoga dari kisah para sahabat Nabi yang sudah kami sampaikan diatas bisa menjadi motivasi kita agar lebih meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here