Meninggal Saat Melahirkan? Syahidkah?

WANITA merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki fungsi sebagai istri dan ibu. Perempuan diberi anugerah rahim untuk melahirkan anak ke dunia. Wanita juga berjuang hingga mempertaruhkan nyawanya saat melahirkan buah hatinya.

Tentunya dengan segala jalan, baik kelahiran secara spontan atau pun Caesar, seorang wanita akan menempuhnya demi keselamatan sang buah hati. Perhatian umat Islam tentunya kepada para wanita yang disebut mendapat ganjaran syahid apabila meninggal dalam kondisi melahirkan.

Tentu pernyataan ini harus ditelaah melalui dalil yaitu sebagai berikut ini:

Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjenguknya ketika Ubadah sedang sakit. Di sela-sela itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Tahukah kalian, siapa orang yang mati syahid di kalangan umatku?”

Ubadah menjawab: ‘Ya Rasulullah, merekalah orang yang sabar yang selalu mengharap pahala dari musibahnya.’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengarahkan, “Berarti orang yang mati syahid di kalangan umatku cuma sedikit. Orang yang mati berjihad di jalan Allah, syahid, orang yang mati karena Tha’un, syahid. Orang yang mati tenggelam, syahid. Orang yang mati karena sakit perut, syahid. Dan wanita yang mati karena nifas, dia akan ditarik oleh anaknya menuju surga dengan tali pusarnya. “ (HR. Ahmad dalam musnadnya 15998. Syaikh Syuaib Al-Arnauth menilai hadis ini: Shahih li Ghairih).

Tidak kah salah bila memang wanita diganjar syahid ketika mengalami kematian saat melahirkan. Wanita merupakan makhluk yang mulia karena perannya saat melahirkan anaknya. Anak merupakan penerus keturunan bagi orangtuanya.

Posisi ibu juga mendapat tempat yang mulia bagi umat Islam, terlebih wanita yang harus kehilangan nyawanya saat melahirkan. Hal ini merupakan salah satu factor yang membuat wanita memiliki posisi mulia saat melahirkan. Tidak kah heran bahwa memang anak-anak yang durhaka akan disiksa oleh panasnya api neraka.

Tentu pemahaman ini merupakan pemahaman yang benar. Setiap wanita memiliki peran mulia untuk melahirkan keturunan. Salah satu cara yang bisa dilihat ialah bagaimana ia harus mengasuh dan mendidik anaknya untuk kepentingan keluarga, masyarakat, dan bangsa.