Home News local Menjadi Hamba Allah yang Merdeka.

Menjadi Hamba Allah yang Merdeka.

188
0
Sejumlah murid sekolah dasar negri 03 Pulau Tidung Jakarta, Mengibarkan bendera merah putih Pada Senin 08 Juli 2013. Foto : Danis Arbi Meigantara

Safari Dakwah – 17 Agustus adalah hari kemerdekaan Negara Indonesia, pada hari ini tepat 73 tahun bangsa  Indonesia mengenang pengorbanan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Semua pahlawan yang gugur dengan suka rela tanpa ada paksaan mengorbankan waktu, harta, jiwa, dan raganya untuk membela negara Indonesia dari penjajah.

Sahabat bisa membayangkan betapa kuat dan beraninya para pahlawan itu, hanya dengan bermodalkan bambu runcing rakyat Indonesia bisa melawan para penjajah yang sudah memiliki senjata modern.

Dalam UUD 1945 ditegaskan bahwa kemerdekaan adalah pintu gerbang menuju cita-cita kebangsaan dan keindonesiaan yang sejati. Dari sini, kita bangsa Indonesia dituntut menjadi seseorang yang dapat mengharumkan bangsa melalui prestasi dan cita-cita yang tinggi dan isi dari pada Teks Proklamasi juga sudah disebutkan bahwa :

“Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja ”

Menurut para ulama, hakikat kemerdekaan atau kebebasan adalah:

“Pencapaian manusia menjadi sebagai hamba Allah yang baik dari sudut penciptaan, perasaan maupun akhlaq.”

Artinya, menjadi seorang manusia menurut pandangan Islam akan disebut merdeka bilamana dia sadar dan berusaha keras memperlakukan dirinya selaku hamba Allah subhaanahu wa ta’aala saja.

Dengan kata lain, kemerdekaan seseorang atau suatu bangsa sangat ditentukan pada seberapa besar upaya individu atau bangsa tersebut menjadikan kalimah tauhid sebagai pedomannya. jika kita melihat fakta sejarah, bawasannya Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya benar-benar merdeka tanpa ada tekanan dari suku lain setelah berjuang sekian lama.

Hikmah di balik kemerdekaan RI pada 17 Agustus, Bangsa Indonesia memiliki kesempatan baru untuk melakukan pembangunan dan bebas dari pendudukan bangsa asing, Tugas generasi penerus bangsa adalah melakukan pembangunan, membenahi sistem, dan mewujudkan kesejahteraan bersama.

Dalam Al Quran Surat An Naazi ayat 37: “Orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, sesungguhnya neraka adalah tempat tinggalnya.”

dan Islam pun tidak memaksakan kemerdekaan seseorang untuk beragama. Allah Subhanahuwata alla berfirman : “Tidak ada paksaan untuk masuk agama (Islam). Sesungguhnya, jelas jalan yang benar dari pada yang sesat…” (Al Baqarah 256).

Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad juga tidak memaksa orang lain untuk masuk kedalam Islam. inilah makna kemeredekaan yang sesungguhnya yaitu sebuah pencapaian manusia menjadi hamba Allah yang seutuhnya baik dari sudut penciptaan, perasaan maupun akhlaq.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here