Home News local Olahraga yang Dicintai Rosullulah

Olahraga yang Dicintai Rosullulah

441
0

Safari Dakwah – Sebagai umat Islam, sepatutunya kita meneladani Rasulullah dalam menjalani kehidupan. Mulai dari cara beribadah, hingga cara melakukan berbagai aktivitas seperti makan, berpakaian, bersikap dan juga berolahraga. Rasulullah adalah orang yang selalu menjaga kesehatan, beliau makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Beliau juga suka melakukan beberapa olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh.

Rasulullah bersabda :

“Orang mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mu’min yang lemah. Namun keduanya itupun sama memperoleh kebaikan. Berlombalah untuk memperoleh apa saja yang memberikan kemanfaatan padamu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah merasa lemah. Jikalau engkau terkena oleh sesuatu musibah, maka janganlah engkau berkata: “Andaikata saya mengerjakan begini, tentu akan menjadi begini dan begitu.” Tetapi berkatalah: “Ini adalah takdir Allah dan apa saja yang dikehendaki olehNya tentu Dia melaksanakannya,” sebab sesungguhnya ucapan “andaikata” itu membuka pintu godaan syaitan.”  (Hr. Muslim)

Riyadhah atau olahraga dalam Islam sebenarnya tak hanya digunakan untuk istilah olah tubuh untuk kebugaran, tapi juga untuk olah jiwa. Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah (1292-1350 M) dalam bukunya, Zad al-Ma’ad, menekankan pentingnya berolahraga dan efeknya pada tubuh. Bagaimana olahraga memperkuat dan membentuk imunitas tubuh terhadap penyakit.

Salim al-Hassani dalam artikelnya “A 1000 Years Amnesia: Sports in Muslim Heritage” mengungkapkan, selain sains dan teknologi, banyak  yang mengagungkan Eropa sebagai kiblat olahraga. Padahal, tiap kebudayaan memiliki olahraga khas, termasuk Islam.

Rasulullah seperti dalam riwayat Bukhari dan Muslim menganjurkan orang tua untuk mengajarkan anaknya berenang, menunggang kuda, dan memanah. Berikut uraian singkat olahraga yang pernah ditekankan oleh Rasulullah SAW itu:

1. Berkuda

Rasul menyerukan agar generasi muda pada masa itu mahir berkuda. Kemahiran berkuda merupakan kemampuan dasar yang mesti dimiliki pria ketika itu. Selain untuk berburu, ketangkasan berkuda adalah penopang penting dalam peperangan.

Beberapa abad ke belakang, kuda menjadi tunggangan yang paling mewah. Aktivitas ini pun menjadi cabang olahraga bergengsi di seluruh dunia. Napoli, Italia, merupakan negara pertama yang mendirikan sekolah berkuda pada 1532 yang didirikan oleh Fedrico Gisone. Hingga pada abad ke-16, ada sebuah akademi equestrian yang berkembang di Versailles, Prancis, sebelum menghilang menyusul Revolusi Prancis.

2. Memanah

Memanah termasuk olahraga tertua. Olahraga ini sudah ada sejak zaman batu (20 ribu sebelum Masehi). Rasulullah sendiri merupakan pemanah dan memiliki tiga busur. Sahabat Sa’ad bin Abi Waqas dikenal sebagai pemanah andal.

Pada perkembangannya, alat ini digunakan untuk olahraga pada 1676, atas ide dari Raja Charles II dari Inggris. Pada 1844, di Inggris diselenggarakanlah kejuaraan nasional panahan yang diberi nama GNAS (Grand National Archery Society). Pada 1483, sudah ada klub panahan terbesar dan sekaligus menjadi tertua sampai sekarang yang bernama Kilwinning dan beranggotakan pemanah asal Skotlandia.

3. Berenang

Selain menyerukan olahraga berkuda dan memanah, Rasulullah juga menganjurkan agar umatnya bisa berenang. Selain memerlukan kekuatan fisik, olahraga ini juga membutuhkan intelektualitas tinggi pada pelakunya. Pada zaman kejayaan Islam (antara tahun 750-1924), kekuatan para prajurit Islam benar-benar tertumpu pada keahlian berkuda, memanah, dan berenang.

Piawai dalam berenang ternyata mampu mengantarkan pasukan Turki Utsmani di bawah kepemimpinan Sultan Muhammad al-Fath merebut Konstatinopel pada abad ke-14. Pasukan Turki ketika itu terlebih dulu harus berenang mengarungi Selat Bospurus (karena laju kapal diadang oleh armada Romawi Byzantium di sepanjang pantai), baru naik kuda untuk mengubrak-abrik pasukan musuh dengan serangan panah bertubi-tubi. Sejarah mencatat, pertandingan renang pertama diselenggarakan oleh Kaisar Suigui pada 36 sebelum Masehi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here