Operasi Kelamin dalam Pandangan Islam. Sahabat safari dakwah yang mulia. Allah Subhannahu wa ta’ala menciptakan manusia dengan derajat yang paling sempurna dari seluruh makhluk yang diciptakannya.

Dalam surat At-Tin Allah Subhanahu wa ta’ala Berfirman: “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling indah”. (QS. At-Tin:4)

Sebagaimana Abu Bakar Ibnu Thahir mengatakan, “Manusia tampil menawan dengan akalnya. Ia dapat menjalankan perintah, mampu membedakan yang baik dan yang buruk. Tubuhnya tegap ke atas dan ia memungut makanan dengan tangannya”

Menurut ilmu kedokteran operasi kelamin adalah pergantian jenis kelamin, bisa berupa perbaikan atau penyempurnaan kelamin terhadap orang yang cacat kelamin, pembuangan salah satu kelamin (kelamin ganda) atau operasi pergantian jenis kelamin yang dilakukan terhadap orang yang memiliki kelamin normal.

Sedangkan masalah kebingungan jenis kelamin atau yang lazim disebut juga sebagai gejala transseksualisme ataupun transgender merupakan suatu gejala ketidakpuasan seseorang karena merasa tidak adanya kecocokan antara bentuk fisik dan kelamin dengan kejiwaan ataupun adanya ketidak puasan dengan alat kelamin yang dimilikinya.

Allah Subhannahu wa ta’ala Berfirman dalam Surat Ar-Rum ayat 30:

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); sesuai dengan fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum :30)

Dalam ayat tersebut sudah dijelaskan bahwa manusia telah diciptakan Allah sesuai fitrahnya dan tidak diperbolehkan untuk merubah fitrah tersebut.

Berbeda halnya dengan operasi kelamin yang diperbolehkan apabila seseorang memiliki kelamin ganda atau dalam terminology fiqih disebut dengan khun-tsa. Hal tersebut justru dianjurkan, demi kebaikan si penderitanya.

Jadi, operasi kelamin menurut pandangan Islam hukumnya adalah haram dan termasuk dalam dosa besar apabila orang tersebut bukan penderita kelamin ganda. Karena hakikat penciptaan manusia adalah sebagai makhluk yang sempurna dan berakal.

“Rasulullah telah melaknat orang-orang laki-laki yang meniru-niru (menyerupai) perempuan dan perempuan yang meniru-niru (menyerupai) laki-laki.”  (HR Bukhari)