Home Haji & Umroh Perbedaan Haji Dan Umroh Yang Wajib Umat Muslim Ketahui

Perbedaan Haji Dan Umroh Yang Wajib Umat Muslim Ketahui

142
0
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Safari Dakwah – Indonesia merupakan salah satu negara besar yang memiliki banyak ragam budaya, agama, ras, suku, dll. Tapi untuk masalah keagamaan di Indonesia sendiri masih di dominasi oleh agama Islam, tentunya ketika masyarakat Indonesia mendengar sebutan haji dan umroh sudah tidak asing lagi. Walaupun begitu masih banyak umat islam di Indonesia yang masih bingung dalam membedakan antara haji dan umroh. Padahal kedua hal ini jelas-jelas berbeda.

Nah untuk menjawab persoalan tersebut pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa perbedaan haji dan umroh. Terlebih haji dan umroh merupakan impian semua umat islam di dunia khususnya di Indonesia. Karena memang banyak sekali hikmah haji dan umroh yang di dapat, selain itu untuk bisa melakukan haji dan umroh di butuhkan persiapan khusus dan lebih. Untuk itu sebelum anda memutuskan untuk melaksanakan itikad baik ini, maka anda perlu mengetahui perbedaan antara haji dan umroh yang akan kami sampaikan berikut ini.

Perbedaan Haji Dan Umroh Yang Wajib Umat Muslim Ketahui

Seperti yang kita ketahui bersama jika agama islam di dunia memiliki 4 imam atau yang biasa disebut dengan Madzhab. Dari ke empat Madzhab tersebut memiliki pengertian dan pandangan yang berbeda mengenai haji dan umroh. Walaupun begitu di Indonesia sendiri menggunakan pendapat yang paling banyak di sepakati oleh ulama atau yang di sebut dengan Ijma. Nah untuk lebih lengkap dan jelasnya silakan anda simak pembahasan di bawah ini.

Pengertian haji dan umroh

Haji dan umroh di Indonesia sendiri sudah di jadikan sebagai salah satu agenda rutin setiap tahunnya. Hal ini membuka peluan dan kesempatan untuk semua pihak, seperti biro perjalanan dan lain sebagainya dalam memberikan fasilitas untuk haji dan umroh. Namun sayangnya dibalik kemudahan tersebut, masih banyak pihak yang hanya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengambil keuntungan saja. Tanpa memahami lebih ibadah haji dan umroh.

Karena hal tersebut saat ini banyak orang yang lebih memilih untuk melaksanakan ibadah umroh saja di bandingkan dengan ibadah haji. Hal ini disebabkan tidak lain karena untuk bisa melakukan ibadah haji di butuhkan antrian bertahun-tahun. Dan banyak masyarakat yang berasumsi bahwa dengan umroh sudah melakukan hal sama seperti dengan haji kecil. Padahal kedua hal ini memiliki hokum yang berbeda dan tidak bisa di gantikan satu sama lain.

Haji sendiri menurut Bahasa yaitu al-woshdu yang memiliki makna sengaja atau bermaksud, dimana bisa di artikan juga sebagai seseorang yang mengunjungi tempat mulia.. Selain itu haji juga masuk ke dalam rukun islam, dimana rukun islam di sini adalah suatu hal yang wajib di lakukan oleh setiap umat islam. Tapi dalam konteks ini haji wajib di lakukan oleh setiap umat islam yang sudah mampu, guna menyempurnakan keislamannya.

Sedangkan untuk pengertian umroh sendiri merupakan suatu ibadah sunah yang apabila dilaksanakan akan mendapat kemuliaan dari Allah SWT. Dalam Al-Qur’an sendiri juga menyebutkan bahwa umroh sebagai salah satu ibadah yang menuntut adanya pengorbanan harta benda. Memang ada beberapa pandangan berbeda mengenai hokum umroh, tapi kebanyakan ulama di Indonesia telah menyetujui bahwa umroh hukumnya sunah dan hanya dilakukan sekali dalam seumur hidup.

Hukum haji dan umroh

Untuk hukum ibadah haji sendiri sudah mutlak dan tidak ada lagi perbedaan antara ulama di dunia, karena memang ibadah haji sendiri sudah menjadi rukun islam untuk semua umat muslim. Hal tersebut juga di pertegas dalam Surat Al-Imran ayat 97 yang artinya “Dan Allah mewajibkan atas manusia haji ke baitullah bagi orang yang mengerjakannya”. Yang di maksud dengan mampu dalam hal ini adalah setiap insan manusia yang sudah memiliki kemampuan baik dari segi fisik, finansial, maupun waktu.

Dan ketika seseorang sudah merasa memenuhi hal tersebut maka sangat di anjurkan sekali untuk melakukan ibadah haji. Dan haji sendiri hanya di lakukan sekali dalam seumur hidup, jadi dalam hal ini bagi anda yang sudah mampu dalam hal tersebut jangan sia-siakan kesempatan. Karena sekarang untuk bisa melakukan ibadah haji harus menunggu antrian yang panjang dan bertahun-tahun.

Sedangkan untuk hukum umroh sendiri masih menjadi perdebatan ulama, hal ini memicu adanya perbedaan pendapat dan pandangan antar ulama. Tentunya pandangan tersebut di landasi dengan hadis yang berbeda, sehingga menghasilkan pendapat yang berbeda juga. Untuk ulama yang menyepakati ibadah umroh sebagai sunah muakad atau Sunnah yang di anjurkan adalah Imam Maliki dan Imam Hanafi, sedangkan untuk ulama yang mewajibkan ibadah umroh adalah Imam Syafi’I dan juga Imam Hambali.

Waktu haji dan umroh

Untuk waktu ibadah haji sendiri sudah di tentukan waktunya, yaitu antara tanggal 9 sampai dengan tanggal 13 bulan Dzulhijah atau yang sering di sebut dengan bulan Haji. Dan bulan Haji sendiri hampir sama dengan bulan Nasional, dimana hanya berlaku sekali dalam setahun dalam waktu 5 hari. Tapi yang menjadi prinsip dari ibadah haji adalah pelaksanaan wuquf di padang Arafah yang berlangsung pada tanggal 9 Dzulhijah. Dengan kata lain kita bisa berpendapat bahwa hari haji jatuh pada tanggal 9 Dzulhijah.

Hal tersebut tentunya bertolak belakang dengan ibadah umroh, dimana umroh bisa dilakukan kapan saja. Karena memang ibadah umroh memiliki hukum Sunnah yang hanya bisa di lakukan sekali seumur hidup. Walaupun begitu masih banyak orang yang bertanya apakah umroh bisa membatalkan haji ketika di lakukan sebelum haji. Para ulama telah menyepakati bahwa hal tersebut boleh saja dilakukan dan tidak membatalkan ibadah haji, asalkan dilakukan dengan ikhlas dan tanpa beban.

Tata cara pelaksanaanya

Untuk tata cara pelaksanaan antara haji dan umroh juga memiliki perbedaan, dimana untuk ibadah haji sendiri akan memiliki tata cara yang lebih banyak di bandingkan dengan ibadah umroh. Dengan kata lain seseorang yang sudah pernah melakukan ibadah haji juga sudah pernah melakukan praktek ibadah umroh. Dimana untuk rukun ibadah haji sendiri terdiri dari niat, thawaf, sa’I, wuquf di padang arafh, mabit atau menginap di Mina dan Muzdalifah, serta memotong rambut.

Sedangkan untuk rukun ibadah umroh sendiri sama seperti dengan rukun ibadah haji, tapi seperti yang sudah kami sampaikan di atas. Jika rukun ibadah umroh lebih sedikit di bandingkan dengan ibadah haji. Dimana rukun ibadah umroh hanya meliputih, niat, thawaf, sa’I, dan memotong rambut saja. Walaupun perbedaan rukun haji dan umroh berbeda, tapi anda tidak boleh anda lewatkan satu pun, karena memang hal ini sudah menjadi kewajiban anda. Jika ada salah satu rukun yang terlewat bisa dikatakan haji atau umroh anda kurang sempurna, bahkan bisa dibilang batal.

Usai sudah ulasan lengkap mengenai perbedaan haji dan umroh, semoga informasi yang sudah kami sampaikan di atas bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here