Home Haji & Umroh Rukun-Rukun Haji Dan Hal-Hal Yang Diwajibkan Dalam Ibadah Haji

Rukun-Rukun Haji Dan Hal-Hal Yang Diwajibkan Dalam Ibadah Haji

137
0

Safari Dakwah Bulan Dzulhijah atau yang lebih dikenal dengan sebutan bulan haji sebentar lagi tiba, berbagai macam jamaah dari Indonesia telah memepersiapkan banyak hal, mulai dari segi fisik, finansial, menta, guna memenuhi rukun islam kelima ini. Dan perlu di ketahui bahwa ibadah haji juga memiliki beberapa ketentuan yang wajib dilakukan pada saat menunaikannya. Yang dimaksud dalam hal ini yaitu rukun dan wajib haji yang harus dilakukan.

Bagi anda yang mungkin masih bingung mengenai perkara rukun haji, jangan khwatir karena pada kesempatan kali ini kami akan memberikan penjelasan lengkap mengenai rukun-rukun haji. Karena memang rukun haji di sini sangat penting sekali untuk diketahui, karena jika seorang jamaah lalai dan lupa melaksanakan rukun haji. Maka haji orang tersebut di anggap batal dan harus di ulang. Untuk itu anda perlu menyimak pembahasan berikut ini, agar haji yang anda lakukan benar-benar sudah sesuai dengan syariat islam.

Apa itu rukun haji dan wajib haji

Mungkin masih ada sebagian umat islam yang belum mengetahui apa itu rukun haji. Berbicara mengenai arti rukun yaitu merupakan salah satu bagian yang wajib dilakukan, jika kita menggabungkan dengan kata haji. Berarti memiliki makna bahwa segala sesuatu yang wajib dilakukan ketika menunaikan ibadah haji. Jika ada satu rukun yang lupa, maka ibadah haji anda di anggap batal dan harus di ulang pada tahun berikutnya.

Sedangkan untuk pengertian wajib haji pada dasarnya hampir sama dengan rukun haji, yaitu sama-sama perkara yang wajib dilakukan pada saat melakukan ibadah haji. Tapi yang membedakan dalam hal ini yaitu ketika seseorang lupa melakukan wajib haji, maka ibadah hajinya tidak di anggap batal. Melainkan orang tersebut bisa menggantinya dengan cara membayar dam atau yang bisa di sebut dengan membayar denda.

Rukun-rukun ibadah haji

Terdapat beberapa rukun haji yang wajib anda ketahui, karena mayoritas umat islam di Indonesia menganut pada Mazhab Imam Syafi’I, maka pada kesempatan ini kami akan memberikan rukun haji yang terdapat pada kitab Fathul Qaribil Mujib. Dalam kitab tersebut setidaknya terdapat 5 rukun haji yang wajib di lakukan, berikut ulasan lengkapnya mengenai cara pelaksanaan haji.

1. Ihram atau Niat

Rukun yang pertama dalam haji dan wajib anda lakukan yaitu berniat untuk melakukan ibadah haji. Karena memang dalam agama islam sendiri sangat menganjurkan untuk berniat terlebih dahulu ketika mau melakukan sesuatu, begitu juga ketika anda ingin pergi untuk haji. Selain itu tempat dan waktu miqat perlu anda perhatikan juga, karena memang hal ini yang akan berkaitan langsung dengan wajib haji, dimana anda sangat dianjurkan sekali untuk mandi, menggunakan wewangian, shalat dua rakaat, dan menggunakan pakaian ihram bagi laki-laki.

2. Wuquf di bukit arafah

Kebanyakan orang Indonesia menyebut haji yaitu pada tanggal 9 Dzulhijah, karena memang pada tanggal inilah seluruh jamaah haji akan melakukan wuquf di bukit arafah sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yaitu yang berarti Haji adalah wuquf di arafah. Dimana waktu untuk wuquf di bukit arafah sendiri yaitu mulai dari waktu dzhuhur tanggal 9 Dzulhijah sampai dengan waktu shubuh tanggal 10 Dzulhijah. Dengan kata lain jamaah bisa mengambil pada waktu siang sampai dengan magrib atau bisa dengan waktu malam sampai menjelang shubuh.

3. Thawaf ifadhah

Setelah jamaah melakukan wuquf di bukit arafah, selanjutya jamaah haji akan melakukan thawaf ifadhah atau mengelilingi Ka’bah yang ada di Masjidil Haram. Dimana jamaah haji harus melakukan putaran sebanyak tujuh kali, dan putaran yang pertama harus dimulai dari arah Hajar Aswad atau Ka’bah berada di sisi kiri dari badan jamaah haji. Lebih gampangnya orang yang berhaji akan melakukan thawaf ifadhah dengan melakukan putaran berlawanan dengan arah jarum jam.

4. Sa’I dari bukit Shafa dan Marwah

Rukun haji yang selanjutnya yaitu melaksanakan Sa’I dari bukit Shafa dan Marwah. Hal ini juga terdapat dalam sabda Rasululloh SAW yang memiliki arti yaitu “Kerjakanlah sa’I, sesungguhnya Allah telah mewajibkan sa’I aas kalian”. Yang di maksud sa’I di sini yaitu melakukan perjalanan dari bukit Shafa kemudian melanjutkan perjalananan sampai tujuh kali perjalanan, yang akhirnya akan berakhir di bukit Marwah.

5. Tahallul atau mencukur rambut

Rukun haji yang terakhir yaitu mencukur rambut kepala setelah selesai menuaikan rangkaian ibadah haji, mulai dari niat sampai dengan sa’I dari bukit Shafa sampai dengan bukit Marwah. Waktu untuk mencukur rambut kepala yaitu setelah lewat tanggal 10 Dzulhijah.

 

Hal-hal yang diwajibkan dalam ibadah haji

Jika rukun haji merupakan suatu perkara yang wajib di lakukan dan tidak boleh di tinggalkan, maka wajib haji hampir sama dengan rukun haji. Namun yang membedakannya yaitu wajib haji bisa di gantikan dengan membayar dam atau denda, ketika ada salah satu wajib haji yang di tinggalkan. Nah berikut kami berikan ulasan wajib haji dan penjelasannya.

1. Berihram dari miqat

Mungkin hal ini sudah kami sedikit singgung pada rukun haji yang pertama yaitu niat, karena memang waktu berlangsungnya wajib haji ini berkesinabung dengan niat. Dimana yang dimaksud dengan arti ihram dan miqat yaitu melepas pakaian dan menggantinya dengan pakaian ihram, lalu membaca niat.

2. Bermalam di Mina pada hari Tasyriq

Hari-hari Tasyrik yaitu hari dimana setelah tanggal 10 Dzulhijah sampai dengan tanggal 13 Dzulhijah. Perintah untuk melakukan bermalam di Mina yaitu sesuai dengan sabda Rasululloh SAW.

3. Melempar jumrah secara tertib

Melempar jumrah atau yang sering di sebut dengan melempar kerikil sebanyak tujuh buah juga merupakan salah satu wajib haji yang harus dilakukan. Dimana sangat di anjurkan untuk melempar jumrah Aqabah pada hari Nahr (hari raya kurban) sebanyak 7 kerikil, lalu melempar jumrah pada hari-hari tasyrik sebanyak 3 kerikil setelah matahari tergelincir. Dan setiap jumrah dilempar dengan tujuh kerikil, dimulai dengan jumrah Ula lalu jumrah Wustha dan di akhiri dengan jumrah Aqabah.

4. Thawaf Wada’

Perintah ini berdasarkan hadis dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma yaitu “ Telah di perintahkan kepada manusia agar mengakhiri ibadah hajinya dengan thawaf di Baitullah, namun diberi kelonggaran bagi wanita yang haid”.

Mengetahui rukun-rukun haji sangatlah penting, mengingat jika ada salah satu rukun yang tidak dilaksanakan akan membuat haji anda batal dan harus di ulang. Tentunya semua orang yang sudah mampu melaksanakan rukun islam kelima ini tidak mau ibadah hajinya batal dan kurang sempurna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here