Home News Foto Sejarah Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Sejarah Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

143
0
Copyright. safaridakwah2018

[metaslider id=”1878″]

Safari Dakwah – Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid Kesultanan Aceh yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam pada tahun 1022 H/1612 M. Bangunan indah dan megah yang mirip dengan Taj Mahal di India ini terletak tepat di jantung Kota Banda Aceh dan menjadi titik pusat dari segala kegiatan di Aceh Darussalam.

Sebagai tempat bersejarah yang memiliki nilai seni tinggi, Masjid Raya Baiturrahman menjadi objek wisata religi yang mampu membuat setiap wisatawan yang datang berdecak kagum akan sejarah dan keindahan arsitekturnya, di mana Masjid Raya Baiturrahman termasuk salah satu Masjid terindah di Indonesia yang memiliki arsitektur yang memukau, ukiran yang menarik, halaman yang luas dengan kolam pancuran air bergaya Kesultanan Turki Utsmani dan akan sangat terasa sejuk apabila berada di dalam Masjid ini.

Saat bencana tsunami meluluh lantakan Tanah Rencong Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 lalu, Masjid Raya Baiturrahman masih tetap berdiri dengan megahnya, ombak tsunami yang mulai membasahi Bumi Aceh sungguh tak mampu menghancurkan rumah Allah ini. Pada saat itu Masjid Raya Baiturrahman menjadi tempat bagi rakyat Aceh berlindung juga sebagai tempat evakuasi jenazah para korban tsunami yang bergelimpangan.

Setelah melewati berbagai peristiwa-peristiwa bersejarah, sampai saat ini Masjid Raya Baiturrahman masih tetap berdiri kukuh sebagai simbol agama, budaya, semangat, kekuatan, perjuangan dan nasionalisme rakyat Aceh.

kini Masjid Raya Baiturrohman mempunyai 12 payung ala Masjid Nabawi di Madinah. Pekarangan yang dulunya rumput hijau kini berganti marmer. Sebuah kolam dibangun di halaman depan untuk memperindah masjid kebanggaan masyarakat Tanah Rencong ini.

Sasaran pembangunan tahap pertama ini adalah melebarkan halaman dan memasang 12 unit payung elektrik. Enam payung dipasang di sebelah selatan dan sisanya di utara masjid. Selain itu, proyek senilai Rp 458 miliar ini mencakup pembangunan basement sebagai lokasi parkir mobil dan sepeda motor. Dalam perencanaannya, area parkir bawah tanah ini bisa menampung 254 mobil dan 343 sepeda motor.

Di basement itu juga dilengkapi tempat wudu serta toilet pria dan wanita. Semua bahannya terbuat dari batu marmer Italia atau Spanyol. Pemerintah Aceh memang membuat landskap ini sehingga mirip dengan Masjid Nabawi.

Sedangkan untuk bagian atas, pada pinggiran halaman ditanami 33 pohon kurma dan satu pohon geulumpang. Sedangkan di tengah halaman, dibangun kawasan hijau dengan cara menanam rumput hijau dan berbagai jenis bunga berwarna-warni.

Pembangunan infrastruktur ini juga ramah disabilitas. Dari basement menuju plaza atau pekarangan, terdapat beberapa lift. Wisatawan yang berkunjung ke sana dapat menikmati keindahan Masjid Baiturrahman dari berbagai sudut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here