Home Islami Syarat-Syarat Dalam Mengenakan Hijab Muslimah Sesuai Sunnah

Syarat-Syarat Dalam Mengenakan Hijab Muslimah Sesuai Sunnah

228
1

Safari Dakwah – Dalam agama Islam sendiri sangat menganjurkan sekali untuk setiap wanita untuk dijaga dan dipelihara dengan sesuatu yang tidak sama halnya dengan laki-laki. Dan salah satu cara untuk menjaga hal tersebut yaitu dengan cara menutupi aurat, dalam hal ini yang dimaksud adalah perintah untuk melakukan hijab. Wanita muslim sangat dianjurkan sekali untuk mengenakan jilbab ketika berpegian keluar rumah, hal ini tentunya berbeda dengan batasan hijab untuk kaum laki-laki.

Karena memang Allah SWT menciptakan kaum wanita dan laki-laki itu berbeda, baik dari segi postur tubuh, kondisi kejiwaan, dan bagian tubuhnya. Tentunya ketika berbicara mengenai hukum, Sunnah, dan tugas yang dilakukan juga berbeda. Terlebih bagi anda wanita muslimah penting sekali agar mengatahui cara hijab yang sesuai dengan syari’i. Tapi anda tidak perlu khawatir, karena artike kali ini akan mengulas lengkap bagaiamana cara berhijab syari’I menurut Islam yang benar.

Hijab Muslimah Sesuai Sunnah

Perlu anda ketahui bahwa hijab dengan jilbab itu memiliki artian yang berbeda, dimana hijab sendiri merupakan penghalang dan pembatas. Dengan kata lain jika hijab diterapkan dalam penggunaan pakaain, maka anda harus menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh baik dari ujung kepala sampai dengan ujung kaki. Tapi perlu di ingat juga bahwa anda harus mengetahui syarat dan tata cara berhijab menurut Islam sama seperti yang sudah kami bahas pada artikel minggu kemarin.

Pengetian Jilbab

Seperti yang sudah kami singgung diatas, jika arti hijab dan jilbab itu berbeda. Untuk pengertian jilbab sendiri banyak sekali ulama yang berpendapat, salah satunya yaitu Ibnu Rajab. Dimana beliau berpendapat bahwa jilbab itu mala-ah yang bisa diartikan sebagai kain yang menutupi seluruh tubuh baik dari kepala sampai kaki yang dipakai juga harus melapisi baju bagian dalamnya. Selain itu ada ulama yang berpendapat juga bahwa jilbab itu hampir sama dengan khimar atau kerudung.

Syarat Menggunakan Jilbab

Seorang ulama besar dalam bidang hadist modern yaitu Syaikh Muhammad Nashirudin al-Albani telah melakukan berbagai macam penelitian mengenai penggunaan jilbab. Baik dari Al-Qur’an, Hadist, ataupun ulama-ulama terdahulu. Dimana beliau mengatakan bahwa setiap wanita muslimah hanya boleh di ijinkan keluar rumah dengan mengenakan jilbab. Hal ini juga berlaku ketika mereka berada di dalam rumah bersama dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Untuk mengenakan jilbab sendiri harus memenuhi berbagai macam syarat berikut  :

1.Menutupi seluruh tubuh kecuali yang dikecualikan

Untuk syarat yang pertama ini sudah jelas di dalam Al-Qur’an, yaitu Allah SWT telah Berfiman pada Ayat 59 Surah al-ahzab:

Artinya: Hai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang

Memang dalam ayat diatas, masih menjadi perdebatan dikalangan ulama. Salah satunya yaitu yang mengenai tafsir “..dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa Nampak darinya..”. Banyak ulama yang berpendapat, bahwa hal yang boleh ditampakkan dalam ayat diatas yaitu telapak tangan dan juga wajah.

2. Tidak dijadikan sebagai berhias

Seperti yang terdapat dalam poin pertama, jika tujuan dari menggunakan jilbab adalah untuk menutupi perhiasannya. Untuk itu jilbab yang anda kenakan tidak boleh di tambahi atau diperindah menggunakan perhiasan. Karena memang hal tersebut adalah contoh jilbab yang salah dan akan menarik banyak perhatian, khususnya laki-laki yang bukan muhrim anda.

Saat ini penggunaan jilbab yang di perindah sudah kerap kali kita jumpai ditengah-tengah masyarakat, contoh mudahnya yaitu pita sulam emas dan perak, payet, bordiran warna-warni, dan lain sebagainya. Ada beberapa ulama yang berpendapat, bahwa selain warna  putih dan hitam tidak termasuk ke dalam perhiasan. Dimana hal ini bersumber dari hadist yang mengatakan bahwa istri-istri Nabi Muhammad SAW pernah mengenakan jubah dengan warna merah.

3. Bahan yang digunakan harus tebal, tidak tipis dan transparan

Ini merupakan salah satu cara berhijab yang benar menurut ajaran Islam yang mungkin saat ini sudah mulai dilupakan. Padahal dalam hal ini menggunakan pakaian dengan bahan yang tipis dan transparan sangat tidak diperbolehkan dalam Islam. Karena hal tersebut bisa dibilang anda sedang telanjang, walaupun mengenakan sebuah pakaian. Terlebih dengan menggunakan pakaian yang tipis akan memungkinkan sekali terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan.

Untuk itu penting sekali agar anda mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan tebal, namun perlu di ingat juga bahwa anda dilarang untuk mengenakan pakaian yang bisa menggambarkan lekuk tubuh. Dengan kata lain anda tidak boleh menggunakan pakaian yang ketat, karena hal tersebut akan memudahkan orang lain bisa melihat lekukan tubuh anda.

4. Tidak boleh menggunakan wewangian atau parfum

Syarat selanjutnya yaitu wanita tidak diperbolehkan untuk menggunakan wewangian atau parfum ketika keluar rumah. Hal ini sudah jelas terdapat dalam sebuah Hadist Rasulullah SAW, bahwa setiap wanita yang menggunakan wewangian walaupun tujuannya untuk pergi ke masjid. Maka sholat yang ia lakukan tidak akan diterima oleh Allah SWT, jika wewangian yang ia kenakan tercium oleh laki-laki yang bukan muhrimnya. Untuk itu hindarilah menggunakan wewangian ketika anda ingin pergi keluar, karena hal tersebut bisa mengundang perhatian orang lain.

5. Tidak boleh menyerupai kaum laki-laki

Pakaian yang anda kenakan juga tidak boleh menyerupai dengan laki-laki. Yang dimaksud dan dilarang untuk tidak boleh menyerupai kaum laki-laki yaitu dalam hal tingkah laku, sifat tertentu, pakaian, dan masih banyak lainnya. Jadi dalam hal ini bukan berarti anda tidak boleh menyerupai perbuatan baik dari kaum laki-laki. Karena memang seseorang yang sudah menyerupai kaum lawan jenisnya bisa dikatakan telah keluar dari tabi’at aslinya sesuai dengan apa yang Allah karuniakan untuknya.

6. Tidak boleh menyerupai wanita kafir

Seperti yang kita ketahui saat ini, bahwa perkembangan zaman sangat mempengaruhi sekali terhadap gaya hidup dan berpakaian seseorang. Tentunya bagi anda wanita muslimah, mencontoh hal tersebut tidaklah baik. Terlebih wanita muslimah sendiri sangat dianjurkan untuk menggunakan pakaian yang bisa menutupi seluruh tubuhnya, tentu hal ini berbanding sebalik dengan wanita kafir yang kebanyakan menggunakan pakaian bebas dan terbuka.

7. Bukan untuk mencari sensai dimasyarakat

Hal ini juga tidak kalah penting dalam mengenakan hijab yang benar, karena memang menggunakan jilbab sendiri berasal dari hati, bukannya untuk mencari sensai semata. Dengan kata lain anda tidak boleh mengenakan jilbab yang hanya untuk mencari perhatian orang saja, baik itu pakaian dengan harga yang murah ataupun mahal. Tetap saja anda harus mengenakan jilbab sesuai dengan syarat-syarat yang sudah kami sebutkan diatas. Dan perlu di ingat juga bahwa berhijab adalah suatu kewajiban untuk setiap wanita muslimah.

Usai sudah ulasan lengkap mengenai hijab muslimah sesuai Sunnah, semoga dengan informasi yang kami sampaikan diatas bisa menjadi pandangan anda untuk mengenakan sebuah jilbab yang sesuai dengan aturan agama Islam. Dan semoga informasi tersebut bisa bermanfaat untuk anda.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

1 COMMENT

  1. terimakasih admin atas infonya , semoga yang dapat manfaatnya apa lagi para kaum hawa berjilbab tapi berpakaian yang terlalu ketat seingga meninbulkan lekuk tubuh yang seharusnya terjaga malah memancing kejahatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here