Safari Dakwah – Alhamdulillah, Segala puji hanya milik Alloh Swt, Pencipta dan Pemelihara alam semesta. Tiada yang bisa menyerupai ciptaan-Nya, hanya kepada Alloh kita memohon pertolongan dan hanya kepada-Nya kita akan kembali, Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhamamad Saw.

Alloh Swt berfirman, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An Nahl [16] : 125)

Metode Dakwah ada 3 diantaranya adalah :

Pertama, Metode dakwah Bil Lisan

Secara dhahir memang dalam konteks kemungkaran, akan tetapi tidak menafikan juga bagi seorang dai. Bahwa tugas pokok seorang dai adalah menyampaikan ajaran-ajaran islam, ini tentunya sangat dibantu dengan vocal lisan, karena seorang  dai identik dengan ceramah, maka seorang dai harus bisa mengolah kata-kata sehingga menarik dan dapat di pahami, apalagi seorang dai melihat kemungkaran haruslah segera bertindak, akan tetapi jangan gegabah dalam mengambil tindakan, hendaklah mengingatkan dengan ucapan yang lembut dan halus terlebih dahulu.

Kedua, Metode dakwah Bil Yadd

Maksud yadd disini adalah kekuasaan atau jabatan. Artinya seorang dai yang mempunyai kedudukan di masyarakat bahkan berpendidikan tinggi itu lebih di segani dan di hormati oleh masyarakat, sehingga nantinya dakwah akan lebih mudah dan gampang.

Ketiga, Metode dakwah Bil Qolbi

Hal ketiga yang tidak kalah pentingnya bagi seorang dai adalah senantiasa berdoa untuk diri sendiri maupun untuk orang lain agar di berikan kemudahan dalam berdakwa dan bagi orang lain semoga senantiasa di berikan keteguhan dan petunjuk ke jalan yang lurus, dan untuk selanjutnya meninggalkan kemaksiatan dan bertaubat.

Prinsip terbesar dalam dakwah adalah kita harus yakin bahwa yang kuasa memberi hidayah itu hanya Alloh Swt. Jadi jangan sampai kita merasa bahwa kitalah yang bisa mengubah orang. Karena sesungguhnya hanya Alloh yang kuasa membolak-balik hati manusia. Seorang penceramah tidak bisa membolak-balik hati jamaah untuk menerima atau menolak nasehat. Penceramah tersebut hanya bisa berikhtiar dan berdoa supaya ikhtiarnya diterima oleh Alloh sebagai amal sholeh, dan Alloh-lah yang kuasa membolak-balik hati siapapun yang Dia kehendaki.

Bagi kita berdakwah adalah amal sholeh, Dakwah adalah ibadah, perkara apakah nasehat yang disampaikan itu diterima atau tidak oleh yang mendengar, Alloh-lah yang membolak-balik hati mereka.

Bagaimana supaya dakwah kita diridhoi oleh Alloh sehingga bisa menjadi jalan perubahan ke arah kebaikan baik bagi kita maupun bagi orang lain? Pertama, niat kita harus lurus, bahwa dakwah yang kita lakukan bukanlah untuk pamer kesholehan, bukan untuk pamer hapalan, ilmu, kepintaran dan wawasan. Bukan itu. Dakwah adalah bentuk pengabdian kita kepada Alloh, bentuk syukur kita kepada Alloh yang telah mentakdirkan kita memiliki sedikit ilmu.

Sebagai orang Islam dan beriman kepada Alloh Swt. juga kepada rasul-Nya, kita memiliki tugas untuk menyampaikan ajaran Islam. Selain wajib bagi kita untuk terus-menerus memperbaiki diri, kita juga memiliki misi untuk mengajak orang lain kepada jalan yang Alloh ridhoi. Rasulullah Saw. bersabda, “Sampaikanlah dariku walau satu ayat.”(HR. Bukhori)

Berdakwah bukan hanya tugas para alim ulama, bukan hanya tugas para dai atau orang yang mendalami ilmu agama saja, berdakwah adalah tugas setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, karena sesungguhnya apapun profesinya, wajib bagi kita memiliki wawasan agama Islam, karena itu adalah fondasi dan ruh hidup kita.

Berdakwah adalah mengingatkan untuk senantiasa ada di jalan Alloh, dan mengingatkan untuk menjauhi hal-hal yang Alloh murkai, indah sekali jikalau dalam hidup ini, setiap orang bisa melakukan hal yang demikian, kebaikan dan kebenaran akan tersebar dengan cepat dan luas tanpa harus menunggu diadakannya acara pengajian.

Tugas berdakwah adalah tugas kita semua, semoga hal ini menjadi penyemangat bagi kita untuk semakin giat menambah ilmu dan mengamalkannya. Karena tentu saja dakwah tidak bisa kita lakukan jikalau kita sendiri minim akan ilmu. Semoga Alloh memberi kita hidayah, kekuatan dan perlindungan. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiiin.

“Tersentuhnya hati bukanlah karena kelihaian kita berdakwah tetapi hanya Allah lah yang memberikan hidayah dan petunjukNya, Tak sepantasnya kita kecewa atau lupa diri ketika melihat hasil dakwah yang akan, sedang dan yang telah kita lakukan”